MAJALENGKA, (FC),– Pasca aksi unjuk rasa atau demonstrasi pada Senin kemarin, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tiga kecamatan di Kabupaten Majalengka kembali normal mulai Selasa (2/9).
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka sempat memberlakukan pembelajaran daring terbatas pada Senin (1/9/2025) bagi sekolah di Kecamatan Penyingkiran, Majalengka, dan Cigasong. Kebijakan itu dikeluarkan lewat surat resmi yang diteken Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Majalengka, Umar Ma’ruf, pada Minggu (31/8).
Umar menjelaskan, penerapan belajar jarak jauh tersebut hanya berlangsung satu hari.
“Cuma sehari kemarin saja. Hari ini dan selanjutnya KBM normal seperti biasa,” tegasnya.
Disdik memastikan seluruh sekolah di Majalengka kini sudah kembali menjalankan pembelajaran tatap muka sesuai jadwal. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar di Kecamatan Penyingkiran, Majalengka, dan Cigasong dipastikan berjalan normal kembali, tanpa perpanjangan sistem daring.
Kebijakan pembelajaran daring sementara itu bertepatan dengan agenda aksi demonstrasi aliansi mahasiswa dan masyarakat Majalengka yang digelar Senin (1/9) siang. Aksi berlangsung di dua titik utama, yakni Gedung DPRD Majalengka di Jalan KH. Abdul Halim No. 247, serta Mapolres Majalengka di Jalan KH. Abdul Halim No. 518.
Dalam surat edaran, Dinas Pendidikan menekankan bahwa langkah tersebut diambil demi menciptakan suasana belajar mengajar yang aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban serta konsentrasi siswa akibat adanya kegiatan aksi massa.
Terpisah, orang tua siswa di Kecamatan Majalengka merasa lega, kegiatan aksi unjuk rasa berjalan tertib dan aman. Sehingga anaknya bersama para pelajar yang lain dapat kembali belajar seperti biasa. Dirinya mengapresiasi langkah Pemerintah, Polisi, TNI dan semua elemen masyarakat dapat menjaga ketertiban saat aksi Senin kemarin.
“Alhamdulillah di Majalengka aksi berjalan aman, bahkan para pendemo pun sempat berhenti saat azan berkumandang. Ini adalah aksi unjuk rasa yang sangat beradab dan santun,” Ujar orang tua siswa yang mengaku bernama Jejep. (Munadi)











































































































Discussion about this post