Nadran Bungko Perkuat Kerukunan dan Tradisi Nelayan
KAB.CIREBON, (FC).- Tradisi nadran kembali digelar masyarakat Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Rabu (4/11).
Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas rezeki dari laut, kegiatan tahunan tersebut dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya masyarakat nelayan.
Kuwu Desa Bungko, Joni Iskandar, mengatakan nadran memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kerukunan warga.
Menurutnya, pelaksanaan nadran merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.
“Melalui acara ini, kita ingin menunjukkan kebersamaan masyarakat nelayan Desa Bungko sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Kami meyakini, dengan bersyukur, mudah-mudahan nikmat yang diberikan akan semakin bertambah,” ujar Joni.
Ia berharap nadran dapat terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat. Selain itu, kelestarian laut juga menjadi perhatian agar hasil tangkapan nelayan tetap terjaga dan mampu menopang kesejahteraan warga.
Joni mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan sekaligus merawat lingkungan pesisir sebagai bagian penting dari keberlangsungan mata pencaharian nelayan.
Sementara itu, Camat Kapetakan Aditya Arif Maulana mengapresiasi pelaksanaan nadran di Desa Bungko. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi masyarakat.
Menurut Aditya, nadran merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat pesisir yang perlu dipertahankan. Pelestarian tradisi tersebut penting agar nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur tidak hilang dan tetap dikenal generasi berikutnya.
“Melalui kegiatan ini, kita juga turut melestarikan budaya yang ada di Desa Bungko khususnya, dan Kecamatan Kapetakan pada umumnya. Harapan kami, nadran berjalan baik, lancar, serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ungkapnya.
Ia berharap tradisi nadran tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dalam menjaga kerukunan dan identitas budaya pesisir. (Johan)



Tinggalkan Balasan