Komitmen Menjaga Lingkungan Berbuah Prestasi, SD CIS Tembus Adiwiyata Nasional 2025
KOTA CIREBON, (FC).- SD Cirebon Islamic School (CIS) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2025.
Penghargaan Adiwiyata Nasional tersebut diserahkan pada 11 Desember 2025 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
Cirebon Islamic School menjadi satu-satunya sekolah SD yang dipercaya mewakili Cirebon dan Jawa Barat untuk menembus Adiwiyata Nasional 2025 untuk Kategori SD.
Ketua Yayasan Pendidikan Madani Cirebon, Dede Muharram, Lc, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian prestasi tersebut.
Menurut Dede, prestasi ini menegaskan komitmen SD CIS dalam menanamkan budaya peduli dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan.
Sejak awal berdiri, sekolah telah mengembangkan penghijauan, pengelolaan sampah, serta mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dalam kegiatan pembelajaran.
“Jadi memang dari awal tidak berpikir ada Adiwiyata atau tidak karena kami cinta dengan kesejukan, dengan keasrian,” ungkapnya
Berbagai program lingkungan diterapkan, mulai dari penanaman pohon mangga dan durian, pembuatan biopori, hingga pengurangan penggunaan plastik.
“Pohon-pohon mangga ini kan tanaman baru. Semua tanaman baru. Jadi sepuluh tahun lalu kami tanami,” ujar Dede
Di sini, para siswa juga dibiasakan membawa tumbler dan tempat makan sendiri, termasuk saat beraktivitas di kantin sekolah.
“Jadi ketika anak-anak jajan di kantin, para orang tuanya sudah terbiasa menyiapkan tumbler dari rumahnya,” tambah Dede, Senin (15/12).
Menurutnya, penilaian Adiwiyata tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga administrasi dan pembentukan karakter berwawasan lingkungan.
Lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan tertata menjadi bagian dari budaya yang terus dijaga, termasuk fasilitas sanitasi yang bersih.
‘Alhamdulillah, toilet kita semuanya bersih,” ungkapnya.
SD CIS juga mengembangkan konsep edukasi berbasis ekowisata.
Di area belakang sekolah yang memiliki lahan seluas sekitar 1,5 hektare itu dikembangkan kegiatan farming, kebun mangga dan durian.
Juga ada kolam ikan, peternakan ayam, hingga praktik penetasan telur sebagai sarana pembelajaran siswa.
“Kita juga membeli alat penetasan yang sederhana supaya anak tahu meneliti bagainana telur ayam yang ditetaskan. Jadi nanti ke depan saya sangat berharap lokasi kita ini menjadi wisata edukasi,” ujarnya.
Selain itu, pepohonan besar yang ada sejak awal berdirinya sekolah tidak ditebang, melainkan dimanfaatkan secara bijak, seperti untuk wahana flying fox.
Hal ini sejalan dengan visi SD CIS yang menjadikan sekolah sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan bernilai ekonomis berbasis kelestarian alam.
Perlu diketahui bahwa sebelumnya, SD CIS meraih Adiwiyata Tingkat Kota Cirebon pada 2020, Adiwiyata Tingkat Provinsi pada 2022, dan kini mencapai puncaknya dengan Adiwiyata Nasional 2025.
Ke depan, pihak sekolah berharap prestasi ini dapat menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan lingkungan yang asri, bersih, dan berkelanjutan.
‘Ke depannya kami ingin bukan hanya CIS tapi sekolah-sekolah lain juga bisa mengenbangkan keasrian, keindahan, sehingga mudah-mudahan akan mendapat predikat yang sama,” pungkas Dede. (Andriyana)



Tinggalkan Balasan