KKN Kelompok 77 UIN SSC Cirebon Pamit, Tinggalkan Program Literasi di Desa Astanamukti
PANGENAN, (FC).- Setelah menjalankan pengabdian selama lebih dari sebulan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 77 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) resmi berpamitan dan mengakhiri kegiatan KKN di Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jumat (21/8).
Kegiatan KKN yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 21 Agustus 2026 tersebut diwarnai berbagai program pengabdian, dengan salah satu fokus utama pada penguatan literasi dan pendampingan belajar bagi anak-anak di Desa Astanamukti.
Ketua KKN Kelompok 77 Desa Astanamukti, Rahmat Agustian, mengatakan selama berada di tengah masyarakat, kelompoknya menjalankan sejumlah program yang mayoritas menyasar anak-anak usia sekolah, khususnya siswa SD dan MI.
“Fokus utama kami adalah penguatan literasi dan pendampingan belajar anak-anak,” ujar Rahmat.
Salah satu program yang dijalankan adalah Literasi Imajinasi, yakni kegiatan menggambar yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menuangkan ide, gagasan, dan kreativitas sesuai imajinasi masing-masing.
Anak-anak diberikan kebebasan menentukan objek gambar, mulai dari hewan hingga berbagai bentuk lain yang mereka sukai. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas bermain, tetapi juga diarahkan untuk membangun keberanian anak dalam mengekspresikan gagasan.
“Kami ingin anak-anak bebas berimajinasi dan berani mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya,” katanya.
Selain Literasi Imajinasi, mahasiswa juga menggelar Bimbingan Belajar (Bimbel) dengan memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak, terutama dalam kemampuan membaca dan berhitung.
Program tersebut memberikan hasil positif. Sejumlah anak yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca dan berhitung, termasuk perkalian, mulai menunjukkan perkembangan setelah mendapatkan pendampingan secara rutin dari mahasiswa.
“Alhamdulillah, anak-anak yang awalnya belum lancar membaca dan belum bisa perkalian sekarang sudah mengalami perkembangan,” ungkap Rahmat.
Program berikutnya adalah Mapping Area, berupa pemasangan papan penunjuk nama blok di sejumlah wilayah Desa Astanamukti. Papan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang mengenali wilayah desa dengan lebih mudah.
Pemasangan penunjuk wilayah tersebut antara lain mencakup Blok Negasari 1 hingga Blok Negasari 8.
“Mapping area kami lakukan agar masyarakat lebih mudah mengenali dan mengetahui setiap wilayah atau blok,” jelasnya.
Mahasiswa KKN Kelompok 77 juga menghadirkan kegiatan edukasi melalui nonton bersama di SD dan MI. Salah satu materi yang ditayangkan berupa video bertema Surat dari Ibu, yang mengangkat pesan tentang kasih sayang, perjuangan, serta tanggung jawab seorang ibu dalam keluarga.
Melalui media audiovisual tersebut, mahasiswa berupaya menyampaikan pesan moral dengan cara yang lebih mudah diterima anak-anak, sekaligus menanamkan rasa hormat dan penghargaan terhadap orang tua.
“Kami menggunakan media video agar pesan tentang kasih sayang dan tanggung jawab seorang ibu lebih mudah dipahami anak-anak,” tuturnya.
Sementara itu, Saung Literasi menjadi salah satu program yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan. Mahasiswa melakukan pembenahan mulai dari pengecatan hingga perbaikan fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Setelah diperbaiki, Saung Literasi kembali dimanfaatkan sebagai ruang membaca, belajar, dan berkegiatan bagi anak-anak Desa Astanamukti. Mahasiswa berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat terus dirawat dan digunakan meskipun masa KKN telah berakhir.
“Semoga Saung Literasi terus dimanfaatkan agar anak-anak semakin gemar membaca dan belajar,” kata Rahmat.
Dalam pelaksanaan program, mahasiswa juga menemukan sejumlah kendala, salah satunya masih adanya anak yang pada awal pendampingan belum mampu membaca dengan lancar. Namun, melalui pendampingan secara bertahap dan berkelanjutan, kemampuan mereka mulai mengalami peningkatan.
Rahmat menyebut, berdasarkan pendampingan yang dilakukan, sekitar 90 persen anak yang menjadi sasaran program sudah mampu membaca, sementara sekitar 10 persen lainnya masih membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
“Sekitar 90 persen sudah bisa membaca, sementara yang masih kesulitan sekitar 10 persen dan perlu terus didampingi,” jelasnya.
Meski fokus utama diarahkan kepada anak-anak sekolah, Kelompok 77 juga sempat merencanakan kegiatan literasi bagi kelompok masyarakat lainnya. Salah satunya seminar bagi ibu-ibu mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
Namun, keterbatasan waktu pelaksanaan KKN membuat program tersebut belum dapat direalisasikan.
“Kami sempat merencanakan seminar pengelolaan keuangan untuk ibu-ibu, tetapi waktunya belum memungkinkan,” ujarnya.
Sementara Kuwu Astanamukti, Durohman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UIN SSC Kelompok 77 yang telah menjalankan pengabdian di desanya.
Menurut Durohman, kehadiran mahasiswa selama masa KKN tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga memberikan pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran baru bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Terima kasih atas pengabdian dan kontribusi mahasiswa. Banyak ilmu dan pengalaman yang telah diberikan kepada masyarakat,” ujar Durohman.
Ia berharap program-program yang telah dijalankan mahasiswa tidak berhenti setelah KKN berakhir. Menurutnya, keberadaan program literasi dan fasilitas yang telah dibangun dapat dilanjutkan serta dirawat oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Durohman juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa berada di Desa Astanamukti terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan dari pemerintah desa dan masyarakat.
“Kami mohon maaf apabila selama berada di desa masih ada kekurangan dalam penyambutan maupun pelayanan,” katanya.
Ia menilai interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat selama KKN telah meninggalkan kesan positif. Karena itu, Durohman berharap hubungan silaturahmi yang telah terbangun tidak ikut berakhir setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Menurutnya, pengalaman selama tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat Desa Astanamukti diharapkan menjadi kenangan yang melekat bagi para mahasiswa, baik ketika kembali melanjutkan aktivitas perkuliahan maupun setelah menyelesaikan pendidikan.
“Jangan lupakan Desa Astanamukti. Kalau nanti kembali ke kampus atau sudah lulus, silakan mampir. Pintu kami selalu terbuka,” ungkapnya.
Durohman menambahkan, pemerintah desa berharap berbagai kebaikan dan kontribusi yang telah diberikan mahasiswa selama KKN dapat meninggalkan jejak positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Semoga kebaikan yang ditinggalkan mahasiswa menjadi kenangan yang terus melekat dan bermanfaat bagi desa,” pungkasnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan