Kebocoran Bendung Tawangsari Teratasi Sementara, Perbaikan Permanen Ditargetkan 2027
KAB.CIREBON, (FC).- Kebocoran Bendung Tawangsari di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, telah mendapat penanganan sementara dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis).
Perbaikan tersebut membuat bendung kembali berfungsi dan aliran air dari hulu kembali masuk.
Kuwu Tawangsari, Rojiki, mengapresiasi respons cepat pihak terkait dalam menangani kebocoran bendung yang menjadi salah satu infrastruktur penting bagi pengaturan aliran air di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, kebocoran sudah ditangani sementara dan aliran air kembali masuk. Kami berterima kasih atas respons cepat dari BBWS,” ujar Rojiki, Rabu (14/10).
Meski demikian, ia menegaskan, penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara sehingga diperlukan perbaikan permanen untuk memastikan fungsi bendung dapat terjaga dalam jangka panjang.
Berdasarkan pengamatan awal, kerusakan diduga terjadi pada bagian sambungan baja bendung. Namun, penyebab pasti kebocoran masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut.
“Perbaikan ini masih bersifat sementara. Harapannya, perbaikan secara menyeluruh bisa dilaksanakan sesuai rencana sehingga kondisi bendung kembali optimal dan tidak terjadi kebocoran serupa,” katanya.
Rojiki menyebutkan, perbaikan permanen Bendung Tawangsari direncanakan dilaksanakan pada 2027. Pekerjaan tersebut diharapkan dapat mengatasi kerusakan secara menyeluruh sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur pengairan.
Kendati demikian, rincian teknis pekerjaan, besaran anggaran, dan jadwal pelaksanaan perbaikan permanen masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Menurutnya, pemantauan kondisi bendung tetap diperlukan selama masa penanganan sementara. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan kebocoran kembali dan memastikan fungsi bendung tetap berjalan.
“Yang terpenting, kondisi bendung terus dipantau sampai perbaikan permanen dilaksanakan. Kami berharap penanganan menyeluruh segera terealisasi agar masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi infrastruktur pengairan ini,” pungkasnya.
Perbaikan permanen Bendung Tawangsari diharapkan mampu menjaga fungsi pengaturan aliran air sekaligus mencegah masuknya air asin dari laut ke saluran yang dapat memengaruhi kualitas air untuk kebutuhan masyarakat dan pertanian. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan