Karnaval Budaya Kuningan Serukan Tradisi, Lingkungan, dan Pemerintahan Bersih
KUNINGAN, (FC).- Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan tidak hanya menghadirkan kemeriahan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang penyampaian pesan tentang arah pembangunan daerah.
Melalui berbagai kreasi pertunjukan, peserta menyuarakan pentingnya menjaga tradisi, peduli lingkungan, hingga mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Mengusung tema “Melesat Ngudag Zaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, karnaval yang digelar Minggu (13/9) tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan.
Ribuan warga memadati sepanjang ruas Jalan Siliwangi, mulai dari kawasan Pendopo Kuningan hingga Taman Kota, untuk menyaksikan beragam atraksi peserta.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar mengatakan, karnaval tahun ini memiliki konsep yang lebih kuat karena setiap peserta tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga membawa pesan dan nilai yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
Menurut Dian, kemajuan daerah harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penghormatan terhadap sejarah.
“Ini menjadi klimaks dari seluruh rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan. Kita ingin maju dan modern, tetapi tidak boleh melupakan jasa-jasa leluhur,” ujar Dian.
Ia menegaskan, identitas daerah tidak boleh hilang di tengah perkembangan zaman. Tradisi dan budaya harus tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuningan.
“Jati diri dan tradisi harus menjadi bagian hidup kita, baik masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang. Daerah akan maju apabila tidak melupakan akar budaya dan tradisi,” katanya.
Selain budaya, sejumlah peserta juga menyampaikan pesan terkait tata kelola pemerintahan yang baik.
Melalui berbagai pertunjukan, Universitas Kuningan (UNIKU), Universitas Islam Al-Ihya (UNISA), dan peserta lainnya menyuarakan pentingnya pemerintahan yang bersih serta berintegritas.
“Tadi ada pesan tentang bersih, good governance, dan clean governance. Itu merupakan aspirasi karena mereka ingin Kuningan menjadi lebih baik,” ungkap Dian.
Menurutnya, pesan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah bersama seluruh unsur pemerintahan dalam membangun tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab.
“Kita memiliki keinginan bersama membangun Kuningan yang lebih baik dengan pemerintahan yang bersih dan pemerintahan yang baik,” tuturnya.
Dian juga menyoroti pesan lingkungan yang muncul dalam karnaval. Sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam dan bentang wilayah yang indah, Kuningan harus terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Kuningan dengan bentang alam yang indah akan semakin kuat ketika tradisi budaya terus mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan kegiatan, Dian mengaku puas dengan antusiasme masyarakat yang tetap bertahan menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan selama kurang lebih lima jam.
“Saya sangat puas dan terhibur. Masyarakat juga bertahan sampai akhir, lima jam tanpa jeda,” katanya.
Ia menilai Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.
“Ini hiburan yang menarik dan berisi. Ada tontonan dan ada tuntunan. Mudah-mudahan menjadi spirit bagi kita untuk membangun Kuningan yang lebih baik,” ucapnya.
Dian juga mengapresiasi peran media yang turut menyebarluaskan informasi mengenai rangkaian Hari Jadi Kuningan sehingga antusiasme masyarakat semakin tinggi.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari persiapan panitia serta dukungan publikasi yang membuat masyarakat mengetahui dan ikut berpartisipasi.
Ia berharap momentum Hari Jadi ke-528 Kuningan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi penguat semangat bersama untuk membangun daerah yang lebih maju, bersih, berbudaya, dan tetap memiliki karakter kuat. (Angga)



Tinggalkan Balasan