Jelang Ramadan, TPS Desa Barisan Dikuras
KAB. CIREBON, (FC).- Rutinitas Pemerintah Desa Barisan Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon menjelang datangnya bulan suci ramadan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) desa setempat dilakukan pengurasan, Sabtu (22/2).
Hal itu dilakukan karena lokasi TPS berdekatan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa yang biasanya banyak orang nyekar sebelum ramadan dan sampai nanti idulfitri. pengurasan TPS juga berbarengan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari 2025.
Kuwu Barisan, H Slamet kepada FC menjelaskan, pengurasan TPS desa ini dilakukan rutin setiap tahun, hal itu dilakukan lantaran pelaksanaan pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon seminggu sekali tersebut tidak sebanding dengan sampah yang masuk ke TPS desa tersebut.
Menurutnya, di desanya ada tiga tim pemungut sampah yang bekerja setiap hari. Sampah-sampah yang ada di lingkungan masyarakat dipastikan sudah bisa diatasi oleh tim pemungut sampah.
Kemudian pihaknya juga bekerja sama dengan DLH Kabupaten Cirebon untuk melakukan pengangkutan sampah ke TPA Kubangdeleg setiap sepekan sekali.
Akan tetapi sampah di TPS desa, bukan saja dari Desa Barisan namun juga banyak warga dari desa tetangga yang membuang sampah di TPS tersebut.
“Walaupun rutin setiap minggu diangkut, masih menyisakan sampah yang belum tersangkut hingga setahun sehingga jadi menggunung,” ungkapnya.
Lanjut dijelaskan Slamet, pengurasan TPS desa ini sudah berjalan selama kepemimpinan dirinya atau sekitar 7 tahun.
Setiap pengurasan TPS dibutuhkan sedikitnya 30-40 truk sampah agar TPS desa bisa bersih.
Kedepan menurutnya akan dicoba yang awalnya pengangkutan sampah oleh DLH seminggu satu mobil, akan diuji coba seminggu dua kali angkut, dengan harapan kondisi TPS tidak menggunung dan juga setiap menjelang ramadan tiba, tidak menjadi beban pemdes saat melakukan pengurasan TPS desa tersebut.
“Solusinya, kedepan akan kita coba dalam seminggu akan kita lakukan dua kali pengangkutan, dan kami berharap juga untuk desa tetangga memiliki TPS desa juga agar masyarakatnya tidak membuang sampah ke TPS desa kami, sehingga akan terpantau kapasitas kebutuhan pengangkitan setiap minggunya,” harapnya. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan