MAJALENGKA, (FC).– Jelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H/2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan terkendali.
Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186, langkah antisipatif itu diwujudkan melalui pasar murah dan gerakan pangan murah yang langsung menyentuh warga.
Bupati Majalengka, Eman Suherman menegaskan, pemerintah daerah bergerak cepat untuk mencegah potensi lonjakan harga jelang bulan suci.
Di sela kegiatan gerak jalan santai bersama masyarakat, ia menyampaikan bahwa intervensi pasar menjadi strategi utama menjaga daya beli warga.
“Tujuannya untuk mengantisipasi menjelang bulan puasa jangan sampai terjadi lonjakan harga. Pemerintah wajib hadir mengendalikan harga kebutuhan pokok agar tetap stabil,” ujar Eman kepada wartawan, Senin (9/2).
Langkah pengendalian tidak berhenti pada pasar murah semata. Tim pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional guna mendeteksi gejala inflasi sejak dini.
Jika ditemukan kenaikan signifikan pada komoditas tertentu, menurutnya, intervensi segera dilakukan melalui koordinasi dengan produsen dan distributor, termasuk pasokan dari luar daerah.
Menurut Eman, skema pengamanan pangan sudah disiapkan jauh sebelum Ramadan. Program keliling pasar murah akan kembali digencarkan agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap memiliki akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Harga sekarang masih aman. Tapi pengawasan tetap berjalan. Kalau ada potensi inflasi, kita langsung intervensi supaya tidak terjadi gejolak di Majalengka,” tegasnya.
Upaya ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Majalengka menempatkan stabilitas pangan sebagai prioritas menjelang Ramadan.
Dengan pengawasan berlapis dan intervensi terukur, pemerintah berupaya menjaga ketenangan pasar sekaligus memastikan masyarakat dapat menyambut bulan puasa tanpa kekhawatiran akan kebutuhan pokok. (Munadi)










































































































Discussion about this post