MAJALENGKA,(FC), – Dalam waktu sepekan jelang bulan suci Ramadan 1446 H, Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka, berhasil mengungkap Pelaku kasus peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Majalengka.
Dalam ungkap kasus tersebut, Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka, berhasil mengamankan tujuh orang pelaku penyalahgunaan narkoba selama bulan Januari – Februari 2025 atau jelang Ramadan.
Kapolres Majalengka AKBP Indra Novianto melalui Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo di hadapan puluhan wartawan mengatakan, tujuh tersangka penyalahgunaan narkotika tersebut ditangkap dari tujuh kasus narkoba yang berbeda.
Ketujuh tersangka itu diketahui meliputi AE (23), ZR (22), IN (24), AY (35), RY (46), AG (36) dan MN (37). Mereka ditangkap dari berbagai lokasi.
“Empat tersangka merupakan warga Kabupaten Majalengka, sedangkan tiga pelaku lainnya penduduk Kabupaten Bandung, Aceh dan Kabupaten Bireun,” ujar AKBP Indra Novianto didampingi Kasat Narkoba AKP Sigit Purnomo, Jumat (28/2)..
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu-sabu dengan total 13,59 gram, tembakau sintetis seberat 6,08 gram, psikotropika 150 butir dan obat keras bebas terbatas dari berbagai jenis sebanyak 8.035 butir.
“Pengungkapan kasus peredaran narkotika ini merupakan bagian dari hasil penindakan Cipta Kondisi Kamtibmas jelang Ramadan 1446 H di wilayah hukum Polres Majalengka,” ucap AKBP Indra.
Akibat perbuatannya tersebut, tersangka jenis tembakau sintetis akan dijerat pasal 113 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.
Sedangkan, bagi tersangka narkotika jenis sabu akan dijerat pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.
“Untuk tersangka psikotropika sendiri akan kita jerat pasal 62 Yo 60 ayat 5 UU RI Nomor 5 tahun 1997, UU Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika ancaman hukuman 5 tahun,” imbuhnya.
Sementara, untuk tersangka yang menjual atau mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin edar pasal 435 Jo pasal 138 ayat (2) atau pasal 436 ayat (2) Jo pasal 145 ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan, ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
(Munadi)
Discussion about this post