KOTA CIREBON, (FC).- Pantai Kesenden di Kota Cirebon mulai dibersihkan secara masif usai adanya instruksi Presiden RI, Prabowo Subianto terkait penanganan kebersihan lingkungan pesisir.
Sedikitnya 400 orang dari berbagai unsur dikerahkan dalam aksi bersih-bersih yang digelar di bibir Pantai Kesenden, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Jumat (6/2).
Aksi tersebut melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, hingga ratusan pelajar yang ikut turun langsung membersihkan tumpukan sampah dan lumpur tebal yang menutup kawasan pantai.
Danrem 063/Sunan Gunung Jati (SGJ) Cirebon, Kolonel Infanteri Hista Soleh Harahap mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar setiap daerah melakukan pembersihan wilayahnya masing-masing, terutama daerah pesisir.
Ia menjelaskan, Cirebon menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian karena memiliki garis pantai yang cukup panjang.
“Iya, betul. Kita kemarin sudah menerima taklimat dari Presiden. Salah satunya adalah melaksanakan pembersihan di wilayah kita masing-masing, khususnya wilayah yang memiliki pantai. Cirebon ini memiliki garis pantai yang lumayan panjang,” ucapnya.
Namun demikian, pembersihan Pantai Kesenden diakui tidak mudah. Kondisi pantai yang didominasi lumpur membuat proses pengangkatan sampah menjadi jauh lebih sulit dibandingkan pantai berpasir.
“Kendalanya, pantai kita ini unik, berbeda dengan daerah lain seperti Bali. Pantai kita ini lebih dominan lumpur yang berada di sekitar pantai. Sehingga sampah yang kita temukan berasal dari air pasang laut dan juga dari muara-muara sungai,” jelas dia.
Menurut Harahap, ketebalan endapan lumpur dan sampah di Pantai Kesenden bahkan mencapai satu hingga dua meter.
“Cukup tebal ini kalau kita lihat. Kedalamannya sekitar satu sampai dua meter. Tapi bukan tidak mungkin kita bersihkan, insyaallah akan bersih,” katanya
Ia menegaskan, pihaknya tidak menetapkan target waktu khusus dalam pembersihan pantai tersebut. Fokus utama adalah memastikan kawasan benar-benar bersih.
“Kalau target hari, kita tidak ada. Patokannya harus bersih. Bisa satu hari, dua hari, atau tiga hari,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses pembersihan, TNI juga mengerahkan alat berat khusus.
“Kita juga datangkan alat amfibi, eskavator amfibi, ini sedang dalam perjalanan. Mudah-mudahan dengan alat amfibi ini nanti kita bisa lebih maksimal. Kalau dengan tangan secara manual, kemungkinan kecil bisa cepat bersih karena lokasinya sulit dijangkau kendaraan,” ucap Harahap.
Ke depan, Danrem menekankan pentingnya upaya pencegahan agar sampah tidak kembali menumpuk di kawasan pantai.
“Nanti kita akan melakukan sosialisasi, tentunya dari DLH, TNI-Polri, dan masyarakat. Mudah-mudahan kita bisa menyampaikan supaya tidak membuang sampah sembarangan.
Dan tentunya kegiatan pembersihan ini akan dilakukan secara berkala,” jelas dia.
Sebelumnya diberitakan, kondisi Pantai Kesenden, Kota Cirebon, kembali memprihatinkan. Padahal, kawasan pesisir tersebut sempat menjadi sorotan nasional setelah dilakukan aksi bersih-bersih besar-besaran oleh Pandawara Group pada Agustus 2023 lalu.
Pantauan di lokasi, sampah kembali menutupi hampir seluruh bibir Pantai Kesenden yang berada di wilayah utara Kota Cirebon.
Tumpukan sampah tersebut didominasi limbah plastik dan sampah rumah tangga yang diduga telah mengendap cukup lama.
Ironisnya, sejumlah papan peringatan larangan membuang sampah telah terpasang di sepanjang kawasan pantai oleh Satpol PP. Namun, imbauan tersebut tampak belum efektif menekan perilaku buang sampah sembarangan.
Lurah Kesenden, Ruliyanto, menyebut tumpukan sampah tersebut bukan sepenuhnya berasal dari aktivitas warga pesisir, melainkan kiriman dari aliran sungai.
“Sampah yang mengendap di Pantai Kesenden ini memang terjadi karena sampah bawaan dari aliran Sungai Kedung Pane yang mengalir dari hulu ke hilir, yang kebetulan muaranya ada di wilayah Kelurahan Kesenden,” ujar Ruliyanto.
Ia menambahkan, kondisi tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir dan diperparah oleh cuaca ekstrem serta banjir yang membawa residu sampah ke muara laut. (Agus Rahmat)











































































































Discussion about this post