Sering Terkena Genangan Air Saat Hujan? Kenali 7 Cara Mencegah Leptospirosis
Musim hujan tidak hanya membawa risiko banjir dan genangan air, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit. Salah satunya leptospirosis, infeksi bakteri yang dapat menular melalui air, tanah, atau lumpur yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi, terutama tikus.
Penyakit ini perlu diwaspadai masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah rawan banjir atau sering beraktivitas di lingkungan dengan sanitasi kurang baik.
Bakteri Leptospira dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka pada kulit, selaput lendir, maupun konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.
Gejala awalnya terkadang menyerupai penyakit demam biasa sehingga masyarakat perlu mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Lantas, bagaimana cara mencegah leptospirosis selama musim hujan? Berikut tujuh langkah yang bisa dilakukan.
1. Hindari Kontak Langsung dengan Air Banjir
Air banjir dan genangan yang bercampur lumpur berpotensi mengandung bakteri penyebab leptospirosis.
Karena itu, hindari bermain atau berjalan tanpa perlindungan di area banjir. Jika harus melintas, gunakan perlengkapan pelindung yang sesuai.
2. Gunakan Sepatu Bot dan Sarung Tangan
Saat membersihkan rumah, selokan, atau halaman yang terkena banjir, gunakan sepatu bot dan sarung tangan tahan air.
Perlengkapan tersebut membantu mengurangi kontak langsung antara kulit dengan air atau tanah yang berpotensi tercemar.
3. Tutup Luka Sebelum Beraktivitas
Luka kecil sekalipun sebaiknya tidak diabaikan. Sebelum melakukan aktivitas di lingkungan yang basah atau kotor, tutup luka menggunakan plester atau perban kedap air.
Langkah ini penting untuk mengurangi kemungkinan bakteri masuk melalui bagian kulit yang terluka.
4. Biasakan Mencuci Tangan dan Kaki
Setelah beraktivitas di luar rumah, terutama setelah bersentuhan dengan air atau lumpur, segera bersihkan tangan dan kaki menggunakan air bersih serta sabun.
Hindari menyentuh makanan atau wajah sebelum tangan benar-benar bersih.
5. Jaga Kebersihan Rumah dan Lingkungan
Tikus dapat menjadi sumber penularan bakteri Leptospira. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan perlu diperhatikan.
Buang sampah pada tempatnya, simpan makanan dalam wadah tertutup, bersihkan sisa makanan, dan hindari tumpukan barang yang dapat menjadi tempat persembunyian tikus.
6. Pastikan Air dan Makanan Aman Dikonsumsi
Jangan mengonsumsi air yang tidak jelas kebersihannya. Gunakan air minum yang aman dan pastikan makanan disimpan serta diolah secara higienis.
Jika sumber air rumah tangga diduga tercemar banjir, jangan digunakan untuk minum atau memasak sebelum dipastikan aman.
7. Segera Periksa Jika Mengalami Gejala
Beberapa gejala leptospirosis yang perlu dikenali antara lain demam mendadak, sakit kepala, nyeri otot terutama pada betis, tubuh terasa lemah, dan mata kemerahan.
Jika mengalami keluhan tersebut setelah kontak dengan air banjir atau lingkungan yang berpotensi tercemar, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Jangan menunggu hingga kondisi semakin parah karena leptospirosis dapat menyebabkan komplikasi serius apabila terlambat ditangani.
Jangan Anggap Sepele Genangan Air
Menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan air yang berpotensi tercemar merupakan langkah penting untuk mencegah leptospirosis.
Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika membersihkan rumah atau lingkungan setelah banjir.
Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan menggunakan perlindungan yang tepat, risiko penularan penyakit dapat dikurangi.
Apabila mengalami gejala yang mencurigakan setelah terpapar genangan air atau lumpur, segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.***



Tinggalkan Balasan