Investor Asing Nilai Cirebon Strategis, Hubungan Industrial Diperkuat
KAB.CIREBON, (FC).- Iklim investasi di Kabupaten Cirebon terus didorong agar semakin kondusif melalui penguatan hubungan industrial antara pekerja, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Harmonisasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan dunia usaha sekaligus menarik minat investor.
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menegaskan, hubungan industrial yang sehat harus dibangun dengan komunikasi, keseimbangan hak dan kewajiban, serta kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
Upaya tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan silaturahmi dan harmonisasi hubungan industrial yang mempertemukan unsur Pemkab Cirebon, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), manajemen perusahaan, pekerja, serta masyarakat.
Salah satu perusahaan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut yakni PT Yihong Novatex Indonesia. Perusahaan asal Tiongkok tersebut dinilai mulai membangun kembali hubungan industrial yang lebih baik setelah sebelumnya menghadapi dinamika internal.
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan, hubungan industrial tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk konsep, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata antara seluruh pihak yang berkepentingan.
“Artinya tidak hanya pekerja dan pemberi kerja, tetapi juga dengan pemerintah dan masyarakat lingkungan sosial. Ini yang harus dijalin,” ujarnya, Sabtu (22/8).
Menurut Novi, keberlangsungan perusahaan dan pekerja memiliki hubungan yang saling membutuhkan.
Perusahaan berkewajiban memenuhi hak pekerja, mulai dari upah, uang lembur, hingga kesejahteraan, sementara pekerja juga harus menjaga kedisiplinan, profesionalisme, dan produktivitas.
“Pekerja tanpa perusahaan tidak akan berjalan, perusahaan tanpa pekerja juga tidak akan bisa berjalan. Keduanya saling membutuhkan dan saling memperkuat dalam hubungan industrial yang harmonis,” katanya.
Harmonisasi hubungan industrial di PT Yihong Novatex Indonesia mulai memberikan dampak positif terhadap aktivitas produksi perusahaan. Setelah sebelumnya mengalami dinamika internal, kegiatan produksi kini berangsur kembali berjalan.
Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Cirebon, dari sekitar 1.200 pekerja yang sebelumnya ada, kini sekitar 800 hingga 900 pekerja telah kembali aktif bekerja.
Disnaker menilai kondisi tersebut menjadi tanda bahwa komunikasi antara manajemen dan pekerja mulai berjalan lebih baik.
Novi menjelaskan, pemerintah memiliki peran dalam mekanisme tripartit, yakni mempertemukan unsur pemerintah, pekerja, dan perusahaan ketika terjadi persoalan hubungan industrial. Namun, penyelesaian masalah tetap diutamakan melalui komunikasi bipartit di tingkat perusahaan.
“Dengan adanya hubungan bipartit yang baik, sebelum sampai ke Disnaker sudah dilakukan evaluasi-evaluasi. Khususnya di Yihong ada perbaikan di manajemen dan perbaikan di teman-teman pekerja melalui serikat pekerja,” jelasnya.
Di tengah proses pemulihan dan rencana pengembangan usaha, PT Yihong Novatex Indonesia masih membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.
Direktur PT Yihong Novatex Indonesia, Jack Fheng memastikan seluruh proses rekrutmen dilakukan secara resmi, terbuka, dan transparan dengan menggandeng Disnaker Kabupaten Cirebon.
Pelamar dapat mengakses informasi lowongan melalui sistem daring yang disediakan. Mulai dari pendaftaran hingga proses wawancara dilakukan secara online tanpa dipungut biaya.
“Pembukaan lowongan hingga online interview sama sekali tanpa pemungutan biaya. Seratus persen gratis,” tegasnya.
Lowongan tersebut terbuka bagi tenaga kerja berpengalaman maupun pencari kerja baru. Hingga saat ini, proses rekrutmen telah mencapai lebih dari 60 persen dari kebutuhan tenaga kerja yang disiapkan perusahaan.
Jack mengatakan, pihaknya masih membuka peluang pengembangan usaha di Kabupaten Cirebon seiring meningkatnya potensi industri di wilayah tersebut.
“Masih perlu ekspansi lagi ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap perkembangan investasi PT Yihong Novatex Indonesia.
Sektor manufaktur menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kabupaten Cirebon. Dalam kegiatan tersebut disebutkan, sekitar 20 persen tenaga kerja atau lebih dari 160 ribu masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor manufaktur.
Perkembangan kawasan industri, termasuk di wilayah Cirebon Timur, juga dinilai membuka peluang besar terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Bahkan, sejumlah investasi baru dari perusahaan asal Tiongkok di sektor industri alas kaki diproyeksikan mampu menyerap hingga sekitar 20 ribu tenaga kerja setelah fasilitas produksi berjalan.
Menurut Jack, salah satu alasan PT Yihong memilih Kabupaten Cirebon sebagai lokasi investasi karena faktor geografis yang strategis. Kedekatan dengan pasar utama di Jawa Barat menjadi nilai tambah dalam mendukung efisiensi produksi dan distribusi.
“Customer PT Yihong rata-rata ada di Jawa Barat dan sekitarnya. Apalagi dengan Cirebon ini dekat sekali, banyak customer kita berada di sekitar sini,” ungkapnya.
Dengan semakin kuatnya hubungan industrial dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia, Kabupaten Cirebon dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu daerah tujuan investasi industri di Jawa Barat. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan