KAB. CIREBON, (FC).- Kinerja investasi Kabupaten Cirebon menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi daerah berhasil melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan capaian hampir Rp4,02 triliun.

Berdasarkan laporan perkembangan realisasi investasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, nilai investasi tahun 2025 mencapai Rp4.019.772.811.098.

Angka tersebut melampaui target realisasi investasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp3,35 triliun. Dengan capaian tersebut, persentase realisasi investasi Kabupaten Cirebon mencapai 119,99 persen.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, H Hilmy Rivai, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Kabupaten Cirebon semakin meningkat.

Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah daerah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, mulai dari peningkatan pelayanan perizinan hingga kemudahan bagi pelaku usaha dalam menanamkan modal.

“Capaian investasi tahun 2025 menunjukkan bahwa Kabupaten Cirebon memiliki daya tarik bagi para investor,” ujar Hilmy, Jumat (14/8).

Memasuki tahun 2026, perkembangan investasi Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan tren positif. Pada triwulan I dan II tahun 2026, Kabupaten Cirebon tercatat menjadi salah satu daerah dengan capaian realisasi investasi tertinggi di kawasan Metropolitan Rebana.

Berdasarkan laporan DPMPTSP Kabupaten Cirebon, realisasi investasi pada triwulan II 2026 mencapai Rp1.781.621.048.439. Sementara pada triwulan sebelumnya (Triwulan I), realisasi investasi tercatat sebesar Rp1.449.196.668.175.

Dengan demikian, total realisasi investasi Kabupaten Cirebon sepanjang Triwulan I dan Triwulan II tahun 2026 mencapai Rp3.230.817.716.614.

Capaian tersebut telah mencapai 76,02 persen dari target realisasi investasi Provinsi Jawa Barat tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp4,25 triliun.

Hilmy menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan investasi melalui berbagai program kemudahan pelayanan serta penguatan sektor-sektor potensial daerah.

Menurutnya, pertumbuhan investasi tidak hanya berdampak terhadap peningkatan nilai ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja serta memperkuat daya saing Kabupaten Cirebon di kawasan Metropolitan Rebana. (Ghofar)