Ingatkan Marwah Partai, Hisyam Mansyur Ajak Kader PPP se-Indonesia Gunakan Akal Sehat dan Patuhi Aturan
MAJALENGKA, (FC).- Gejolak di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memasuki babak baru yang kian memanas hingga ke pengurus dan kader di akar rumput.
Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menginstruksikan seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk merilis pernyataan dukungan terbuka atas pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Maimoen, hal itu pun memicu perlawanan sengit dari pengurus daerah.
Instruksi ini disinyalir sebagai reaksi cepat atas pernyataan Ketua DPP PPP periode 2020-2025, M. Thobahul Aftoni. Sebelumnya, Aftoni secara terbuka meremehkan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tersebut dengan menyebutnya sebagai sekadar lelucon dan gertak sambal.
Namun, respons Mardiono dinilai berlebihan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, jika pengurus DPP PPP tengah menerjunkan tim khusus untuk mendata daerah-daerah yang membangkang.
Pengurus wilayah maupun cabang yang emoh menyetor pernyataan dukungan terbuka akan dicap tidak loyal dan diancam sanksi pencopotan jabatan.Rencana pembersihan pengurus daerah ini ditanggapi dingin oleh arus bawah.
Sekretaris DPC PPP Kabupaten Cirebon periode 2021-2026, Hisyam Mansyur, menilai gertakan dari Jakarta sama sekali tidak mengkhawatirkan dan tidak akan mengubah substansi hukum organisasi.
“Mau seribu kali bikin pernyataan pun tidak ada pengaruhnya. Kementerian Hukum sudah membaca AD/ART PPP, baik dari hasil Muktamar X maupun dari Muktamar lantai 10,” kata Hisyam saat dihubungi, Selasa (3/11).
Sikap Hisyam merujuk pada keyakinannya bahwa Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tidak akan memproses keputusan Rakornas yang dinilai menabrak aturan main partai.
Dia justru melihat kepanikan di tingkat pusat sebagai cerminan dari rapuhnya legitimasi kepemimpinan saat ini. Menurut Hisyam, kepemimpinan Mardiono mengidap problem kepercayaan diri yang akut.
Penyebab utamanya, kata dia, karena Mardiono tidak pernah dipilih oleh forum tertinggi kedudukan partai yang sah. “Dia hanya mengklaim terpilih melalui sebuah kamar hotel di lantai 10,” ujarnya berseloroh.
Alih-alih memperkuat posisi pusat, pengerahan massal pengurus daerah untuk membuat rilis dukungan dinilai Hisyam sebagai blunder yang memalukan. Hal itu dianggapnya hanya memperlihatkan kepada publik betapa goyahnya posisi Plt Ketua Umum di mata kadernya sendiri.
Sebab itu, tokoh PPP asal Jawa Barat ini memperingatkan para pimpinan DPW dan DPC untuk tidak terjebak dalam pusaran konflik kepemimpinan yang ia sebut konyol dan sia-sia tersebut.
Sebagai elite di daerah, para pengurus diminta menjaga muruah institusi partai.
“Kalian itu pimpinan partai. Punya martabat dan kehormatan. Apa yang kalian lakukan itu sama saja sedang membuka aib Mardiono yang tidak percaya diri karena tidak terpilih oleh Muktamar,” tutur Hisyam.
Di akhir keterangannya, Hisyam meminta seluruh elemen partai untuk kembali jernih melihat aturan baku organisasi. Ia mengingatkan agar kader daerah tidak menjadi pengikut buta dari kebijakan pusat yang keliru.
“Mari kita gunakan akal sehat. Kita ini manusia, dibekali akal pikiran. Bukan bebek yang ngekor kepada induknya meskipun langkah itu menabrak aturan,”pungkasnya. (Munadi)



Tinggalkan Balasan