Hari Ibu 2025, Tika Evian Sebut Ibu Marhaen Sejati Penopang Kehidupan
KUNINGAN, (FC).- Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 dimaknai secara mendalam oleh Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi PDI Perjuangan, Tika Evian.
Ia menegaskan bahwa sosok ibu bukan hanya pusat kehidupan keluarga, tetapi juga kekuatan sunyi yang menopang masa depan bangsa.
Dalam refleksinya, Tika menyebut ibu sebagai representasi nyata nilai perjuangan rakyat kecil.
Ketulusan, ketangguhan, dan pengorbanan yang dilakukan ibu setiap hari dinilainya sejalan dengan semangat perjuangan ideologis yang membela wong cilik.
“Hari ini saya ingin menyampaikan selamat Hari Ibu kepada ibu-ibu hebat di mana pun berada. Setiap tetes keringatnya adalah doa, setiap lelahnya adalah pengorbanan, dan setiap senyumnya adalah kekuatan bagi generasi,” ujar Tika saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (22/12).
Politisi dari Daerah Pemilihan IV Kuningan itu menuturkan, peran ibu kerap hadir dalam senyap tanpa sorotan, namun justru menjadi fondasi utama ketahanan keluarga dan masyarakat.
Dari seorang ibu, manusia belajar tentang keikhlasan, keteguhan, dan kekuatan yang tidak selalu tampak, tetapi selalu dirasakan dampaknya.
“Ibu adalah pilar kehidupan. Dari ibu kita belajar bahwa kekuatan sejati tidak selalu ditunjukkan dengan suara keras, tetapi dengan keteguhan yang konsisten,” tuturnya.
Tika menilai, nilai-nilai keibuan tersebut selaras dengan semangat perjuangan PDI Perjuangan.
Dalam kehidupan sehari-hari, para ibu khususnya dari kalangan rakyat kecil adalah Marhaen sejati yang bekerja keras, mandiri, dan tetap bermartabat di tengah keterbatasan.
“Ibu adalah Marhaen sejati. Mereka berjuang setiap hari memastikan dapur tetap menyala, pendidikan anak terjaga, dan nilai-nilai kemanusiaan terus hidup,” tegasnya.
Ia juga menyinggung keteladanan tokoh perempuan dalam sejarah bangsa, seperti Fatmawati Soekarno yang menjahit Sang Saka Merah Putih sebagai simbol pengorbanan dan keberanian perempuan.
Selain itu, kepemimpinan Megawati Soekarnoputri disebut sebagai contoh peran perempuan dan ibu bangsa dalam menjaga nilai kebangsaan, demokrasi, serta keberpihakan kepada rakyat kecil.
Menurut Tika, memperjuangkan hak dan kesejahteraan ibu sejatinya adalah memperjuangkan keadilan sosial. Dari tangan dan didikan ibu yang kuat akan lahir generasi yang berkarakter, berdaya, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong.
“Semoga setiap pengorbanan ibu mendapat penghargaan yang layak, dan setiap ibu menemukan kebanggaan serta kekuatan dalam peran mulia yang dijalaninya,” pungkasnya. (Angga)



Tinggalkan Balasan