KUNINGAN, (FC).- Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kuningan, Toto Tohari, mendorong opsi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mendalami polemik PAM Tirta Kamuning.
Menurutnya, Pansus menjadi jalur paling tepat untuk membuka persoalan secara terang sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi dan prasangka di tengah publik.
Pernyataan itu disampaikan Toto saat dikonfirmasi di sela kegiatan perayaan HUT Partai Gerindra ke-18 di Sekretariat DPC Gerindra Kuningan, Jalan Salawati Pasapen II, Minggu (8/2).
Ia menegaskan bahwa pandangan tersebut merupakan sikap fraksi, bukan sikap partai secara kelembagaan. Meski wacana Pansus menguat di tingkat pimpinan DPRD, Fraksi Gerindra disebutnya belum melakukan pembahasan resmi.
“Saya pribadi sih, ini berbicara fraksi ya, bukan partai. Sebagai ketua fraksi, biarpun wacana dari pimpinan mengarah ke Pansus, kami di fraksi juga belum membahas tentang itu. Cuma pada prinsipnya, kalau memang harus dibuatkan Pansus, ya kami mengikuti. Kenapa? Biar tahu di mana akar permasalahannya,” ujar Toto.
Menurutnya, pembentukan Pansus bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan persoalan bisa diselesaikan dengan jelas dan terukur demi kepentingan daerah.
“Bukan ingin mencari masalah, tapi minimalnya ketika sudah ada Pansus, menyelesaikan masalah. Apa tujuannya? Ya buat Kuningan juga,” katanya.
Menanggapi ramainya perbincangan soal PDAM Kuningan, Toto menilai perlu ada forum resmi yang membedah data dan angka secara terbuka, termasuk terkait kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan komponen biaya operasional.
“Kalau PDAM ya, jadikan itu debatable ketika PAD masuk 2,5. Katanya awalnya ada pimpinan dewan menyebut 60 miliar untuk BOP. Nah, 60 miliar itu buat apa saja? Kenapa 60 miliar? Berapa persen? Taruhlah 30 persen buat PAD, kan luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang tidak normal, transparansi menjadi kunci agar tidak muncul hoaks dan prasangka buruk terhadap pihak-pihak terkait.
“Kalau memang harus dibentuk Pansus, ya satu-satunya jalan ya Pansus. Biar terang benderang, jangan sampai hoaks, berprasangka buruk. Kasihan juga ke Pak Direkturnya. Tapi ketika sudah ada Pansus, mungkin sekulumit apa pun itu akan terbuka semua dan terang benderang,” ucapnya.(Angga)










































































































Discussion about this post