KUNINGAN, (FC).- Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Cipari di Kabupaten Kuningan, Sabtu (4/4), dalam rangkaian hari kedua kunjungan kerjanya. Peresmian ini menegaskan peran museum sebagai penggerak kebudayaan di daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Rokhmat Ardiyan, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, Dandim 0615, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Fadli menyebut Indonesia memiliki kekayaan budaya dan sejarah peradaban yang panjang, termasuk temuan homo erectus yang sebagian besar berasal dari Indonesia.

“Sekitar 60 persen temuan Homo erectus dunia berasal dari Indonesia. Ini menunjukkan pentingnya posisi kita dalam sejarah peradaban manusia,” ujarnya.

Ia menegaskan, museum harus bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan menjadi ruang edukasi yang dinamis dan interaktif.

“Museum harus menjadi ruang belajar dan imajinasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan,” katanya.

Fadli mendorong penguatan peran museum melalui digitalisasi, peningkatan kapasitas pengelola, serta integrasi dengan dunia pendidikan, komunitas, dan industri kreatif.

Menurutnya, museum juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Wisata berbasis sejarah dan budaya bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, DPR, dan swasta dalam memajukan kebudayaan.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut baik peresmian tersebut dan berharap Museum Cipari dapat menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata unggulan.

“Ini momentum penting untuk memperkuat identitas budaya daerah,” katanya.

Peresmian Museum Cipari diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekosistem kebudayaan sekaligus mendorong Kuningan sebagai salah satu pusat pengembangan budaya di Jawa Barat. (Angga)