KUNINGAN, (FC).- Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap Museum Perundingan Linggarjati di Kabupaten Kuningan agar lebih modern dan edukatif.

Hal itu disampaikan saat meninjau langsung museum tersebut, Sabtu (4/4). Menurutnya, revitalisasi akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat.

“Kami akan bekerja sama dengan Pemkab Kuningan dan balai. Ini juga sudah dianggarkan, sehingga perbaikan dan perawatan menjadi perhatian,” ujarnya.

Fadli menekankan, status museum sebagai cagar budaya nasional menjadi dasar penting untuk dilakukan pembenahan secara serius.

Ia menyebut, penguatan konsep digital menjadi salah satu fokus utama dalam revitalisasi, guna meningkatkan daya tarik bagi generasi muda.

“Perlu sentuhan digital seperti animasi, dokumenter, hingga visualisasi jalannya perundingan agar lebih menarik,” katanya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga terbuka untuk menghadirkan pengalaman sejarah yang lebih interaktif bagi pengunjung.

Dari sisi fisik, pembenahan akan mencakup peningkatan pencahayaan, penataan ruang, serta perawatan koleksi artefak.

Fadli mengakui sebagian koleksi asli telah mengalami kerusakan, sehingga penggunaan replika menjadi pelengkap.

Ia menargetkan revitalisasi dapat mulai dilaksanakan tahun ini, menyesuaikan kesiapan pengelola dan koordinasi lintas instansi.

“Tahun ini kita harapkan sudah bisa berjalan,” ujarnya.

Selain sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, museum juga didorong menjadi ruang edukasi dan diskusi sejarah.

“Perlu ada aktivasi seperti diskusi dengan sejarawan dan generasi muda agar nilai sejarahnya tetap hidup,” pungkasnya. (Angga)