Camat dan Kades Jatitujuh Bersama DLH Majalengka Bersihkan Puluhan Ton Sampah
MAJALENGKA, (FC).– Gunungan sampah yang menumpuk di pinggir Sungai Cimanuk, Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, akhirnya dibersihkan setelah bertahun-tahun menjadi persoalan.
Pembersihan dilakukan pada Jumat (21/8) melalui kolaborasi Pemerintah Kecamatan Jatitujuh, Pemerintah Desa Jatitujuh, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka, serta PG Jatitujuh.
Tumpukan sampah yang disebut telah berada di lokasi tersebut selama sekitar 15 tahun dikeruk menggunakan alat berat Cameco yang dipinjamkan PG Jatitujuh. Sampah yang telah dikeruk kemudian diangkut menggunakan dua armada truk milik DLH Kabupaten Majalengka untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Heuleut.
Camat Jatitujuh Agus Mulyanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda mingguan Gerakan Bersih (Geber) yang rutin dilaksanakan setiap Jumat.
“Untuk Geber Jumat ini kami fokuskan membersihkan gunungan sampah yang sudah sekitar 15 tahun tidak tertangani. Karena itu, saya langsung menggerakkan semua elemen dan stakeholder terkait untuk bersama-sama membersihkan sampah ini,” ujar Agus.
Menurutnya, proses pembersihan terbantu dengan adanya alat berat dari PG Jatitujuh. Setelah sampah dikeruk, pengangkutan dilakukan menggunakan armada DLH untuk selanjutnya dibawa ke TPA Heuleut.
“Alhamdulillah, dengan bantuan alat berat dari PG Jatitujuh dan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, sampah bisa tertangani dan dibersihkan,” katanya.
Agus mengatakan, keberadaan tumpukan sampah tersebut sebelumnya sempat viral setelah diberitakan sejumlah media.
“Sempat viral diberitakan di sejumlah media adanya tumpukan sampah liar yang menggunung di pinggir Sungai Cimanuk dan tidak tertangani. Saya bersama semua elemen, Muspika Kecamatan, Pemdes Jatitujuh dan dibantu PG Jatitujuh berkolaborasi menangani dan membersihkan sampah tersebut,” ucapnya.
Ia menambahkan, lokasi yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah liar itu ke depan akan ditata menjadi ruang terbuka hijau.
Rencananya, kawasan tersebut akan ditanami pohon keras dan tanaman yang memiliki nilai ekonomi sehingga dapat menjadi ruang publik yang lebih asri dan rindang.
Sementara untuk mencegah munculnya kembali tumpukan sampah liar, DLH Kabupaten Majalengka akan menyediakan bak penampungan sampah di lokasi tersebut.
“Ke depan DLH akan menyediakan bak penampungan sampah. Jadi masyarakat tidak membuang sampah sembarangan karena sudah disediakan tempatnya. Kalau bak sudah penuh, akan diangkut menggunakan truk sampah untuk dibawa ke TPA,” tutur Agus.
Ia berharap penanganan tersebut dapat membuat kawasan Jatitujuh lebih bersih sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan Majalengka Langkung SAE. (Munadi)


Tinggalkan Balasan