Bupati Kuningan Dorong Kepala Sekolah Bangun Budaya Positif
KUNINGAN, (FC).- Kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik melalui budaya positif di lingkungan pendidikan.
Tidak hanya bertugas mengelola administrasi dan fasilitas, kepala sekolah juga dituntut mampu menciptakan sekolah yang disiplin, nyaman, saling menghargai, serta mendorong setiap anak berkembang sesuai potensinya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Retret/Pembekalan Pendidikan Karakter (Character Building) bagi kepala sekolah SMP se-Kabupaten Kuningan, Jumat malam (21/8).
Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan tersebut berlangsung di kawasan Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan.
Dalam arahannya, Dian mengajak para kepala sekolah untuk kembali memahami tujuan utama pendidikan. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat membangun fasilitas fisik maupun mengejar capaian prestasi, tetapi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk manusia.
“Apa sebetulnya yang sedang kita bangun ketika kita menjadi kepala sekolah? Apakah hanya membangun tembok sekolah yang kokoh, rak prestasi yang penuh piala, atau ruang kelas yang megah?” ujar Dian.
Ia menegaskan, pembangunan manusia harus menjadi fokus utama dalam dunia pendidikan karena memiliki dampak yang jauh lebih panjang dibanding pembangunan sarana fisik.
“Bagi saya, Bapak dan Ibu sedang membangun manusia, bukan sedang membangun fisik,” tegasnya.
Menurut Dian, sekolah harus menjadi tempat yang membuat peserta didik merasa aman, nyaman, dan memiliki keinginan untuk belajar.
Keberhasilan pendidikan, kata dia, bukan hanya dilihat dari jumlah siswa yang hadir di sekolah, tetapi dari rasa keterikatan mereka terhadap lingkungan pendidikan.
“Tugas kita hari ini bukan sekadar memastikan anak datang ke sekolah, tapi memastikan anak itu ingin ke sekolah,” ungkapnya.
Dian menyebut setiap anak memiliki karakter, bakat, dan potensi yang berbeda. Karena itu, sistem pendidikan tidak boleh hanya menggunakan satu pendekatan yang sama bagi seluruh peserta didik.
“Pendidikan tidak boleh seragam untuk anak yang tidak berseragam bakatnya,” katanya.
Dalam membangun budaya sekolah, kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai pemimpin yang menentukan arah kebiasaan dan nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan pendidikan.
Dian mengibaratkan kepala sekolah sebagai arsitek budaya sekolah. Keteladanan dan kebijakan yang diterapkan pemimpin sekolah akan memengaruhi perilaku guru maupun peserta didik.
“Jika kepala sekolah rajin membangun budaya disiplin, maka sekolah akan disiplin. Jika membangun budaya belajar, maka budaya belajar akan kental. Jika membangun budaya saling menghargai, maka anak didik dan gurunya akan saling menghargai,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang bagi Kabupaten Kuningan. Menurutnya, fasilitas pendidikan dapat terus diperbaiki, namun kualitas manusia yang dibentuk melalui pendidikan akan menentukan masa depan daerah.
“Membangun manusia itu merupakan sebuah investasi, bukan biaya,” ujarnya.
Melalui kegiatan retret tersebut, Dian berharap para kepala sekolah dapat membawa semangat baru untuk memperkuat budaya positif di sekolah masing-masing.
Ia mendorong perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Menurutnya, perubahan besar dalam dunia pendidikan dapat terjadi apabila setiap individu mulai melakukan perbaikan dari lingkungan terdekat.
“Perubahan besar dimulai dari perubahan-perubahan kecil. Satu guru berubah, satu kelas berubah. Satu kelas berubah, satu sekolah berubah. Satu sekolah berubah, Kabupaten Kuningan akan berubah,” pungkasnya. (Angga)


Tinggalkan Balasan