KAB.CIREBON, (FC).- Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Desa Bojonggebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, resmi menunjuk BUMDes Cipta Sejahtera sebagai suplier tunggal kebutuhan bahan pangan.
Kebijakan ini menjadi langkah konkret pemberdayaan ekonomi desa sekaligus penguatan rantai pasok program pemenuhan gizi berbasis lokal.
Kepala Unit Usaha Ketahanan Pangan BUMDes Cipta Sejahtera, Edi Yustari, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan pengelola dapur SPPG (MBG) kepada BUMDes Desa Bojonggebang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Kerja sama dengan dapur MBG disambut positif oleh seluruh unsur desa karena berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” ujar Edi, Kamis (5/2).
Sejak lima hari terakhir, BUMDes telah aktif memasok berbagai kebutuhan dapur SPPG, mulai dari beras, ayam potong, sayur-sayuran lokal, buah segar, hingga bumbu dapur, guna menunjang produksi makanan bergizi bagi kelompok sasaran program.
“Ini langkah awal yang sangat baik untuk memastikan bahan pangan berkualitas berasal dari sumber lokal,” katanya.
Edi menjelaskan, BUMDes Cipta Sejahtera saat ini mengelola sekitar dua hektare lahan pertanian. Namun, untuk kebutuhan beras premium, BUMDes masih mengandalkan pasokan pasar karena lahan padi yang dikelola baru memasuki masa tanam.
“Ke depan, setelah panen, kami menargetkan bisa menyuplai beras secara mandiri untuk dapur MBG,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan lahan BUMDes, kelompok tani Desa Bojonggebang juga telah menyatakan komitmen bekerja sama dalam pemasaran hasil pertanian melalui BUMDes. Skema ini diharapkan memperluas pasokan pangan lokal sekaligus meningkatkan pendapatan petani desa.
Sementara itu, Kuwu Bojonggebang, Ikhwan, menilai kerja sama tersebut sebagai terobosan strategis yang menyatukan program gizi nasional dengan penguatan ekonomi desa.
“Komunikasi dengan pihak MBG berjalan sangat baik. Kerja sama ini menjadi peluang besar bagi desa untuk berperan langsung dalam pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, kerja sama difokuskan pada pasokan beras dan sayuran lokal. Ke depan, komoditas lain seperti telur, ikan lokal, dan produk olahan akan dikembangkan secara bertahap. Meski dapur MBG memiliki dua unit produksi, baru satu unit yang dioperasikan menyesuaikan kapasitas pasokan yang tersedia.
Kerja sama BUMDes dan dapur SPPG ini diharapkan tidak hanya memperkuat program pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi model pemberdayaan ekonomi desa berbasis pertanian berkelanjutan. (Nawawi)















































































































Discussion about this post