KUNINGAN, (FC).- Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Kuningan terus berinovasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).

Salah satu terobosan terbaru yang kini diterapkan adalah program WhatsApp Blast yaitu layanan pesan otomatis yang dikirim langsung kepada wajib pajak sebagai sarana sosialisasi dan pengingat pembayaran.

Kepala Bappenda Kuningan, Laksono Dwi Putranto, melalui Kepala Bidang Pendapatan I, Nono Sumartono, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari mandat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam rangka optimalisasi penerimaan pajak daerah.

“Provinsi memberikan amanat kepada kami untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor. Melalui WhatsApp Blast, kami bisa menjangkau wajib pajak secara langsung dan cepat agar mereka tidak lupa melunasi kewajibannya,” ujar Nono, didampingi Kasubbid Pemungutan dan Penagihan, Ghilang Mahardika, Kamis (23/10).

Ia menyebutkan, sistem ini bekerja dengan konsep omnichannel, di mana data wajib pajak dari provinsi terintegrasi dengan kabupaten, sehingga pesan yang dikirimkan menjadi lebih tepat sasaran dan terverifikasi.

“Data diperoleh dari provinsi, lalu kami ajukan untuk kebutuhan sosialisasi dan penagihan melalui WhatsApp Blast. Namun pengirimannya tetap selektif agar tidak menimbulkan kebingungan, misalnya kepada wajib pajak yang sudah membayar,” jelasnya.

Dari sisi teknis, pelaksanaan program ini menggandeng pihak ketiga atau vendor dengan nilai anggaran sekitar Rp200 juta, disesuaikan dengan jumlah wajib pajak yang menjadi target.

Pesan yang dikirim juga menampilkan logo resmi pemerintah daerah agar terlihat kredibel dan mudah dikenali oleh masyarakat.

“Keamanan data wajib pajak menjadi perhatian utama. Kami sudah menandatangani MoU bersama vendor dan Samsat untuk memastikan tidak ada kebocoran data,” tegas Ghilang.

Program WhatsApp Blast ini tidak hanya bertujuan menagih, tetapi juga mendidik masyarakat agar lebih sadar pajak.

Evaluasi dilakukan setiap semester untuk mengukur efektivitas dan dampak terhadap peningkatan PAD Kabupaten Kuningan.

“Harapan kami, dengan pesan yang langsung diterima masyarakat, kesadaran membayar pajak semakin tinggi. Karena pada dasarnya, pajak yang dibayarkan kembali untuk pembangunan daerah dan kesejahteraan bersama,” pungkas Nono.(Angga/Job/FC)