Anggota DPRD Majalengka Desak Solusi Cepat Atasi Keluhan Petani Yang Krusial
MAJALENGKA, (FC).- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka, Gus Hishnu Basyaiban, menegaskan perlunya langkah cepat untuk menyelesaikan tiga persoalan utama petani yaitu pengairan, hama tikus, dan kebutuhan alat mesin pertanian (Alsintan).
“Kalau ketiga kebutuhan itu terpenuhi, maka akan menjadi faktor penentu keberhasilan produksi pangan di Majalengka,” kata dia seusai menghadiri Farm Field Day Program Sekolah Lapangan Tematik (SLT) DKP3 di Kecamatan Palasah, beberapa waktu lalu.
Ia mengapresiasi SLT sebagai program edukasi yang penting bagi petani, namun mengingatkan bahwa pelatihan harus diikuti peningkatan infrastruktur pendukung dan pemenuhan alat produksi. Gus Hishnu memastikan seluruh keluhan yang disampaikan petani akan dibawa ke Komisi II untuk dibahas bersama mitra kerja.
Menurutnya, masalah irigasi menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan panen. Komisi II, kata dia, akan mengawasi anggaran dan mempercepat realisasi perbaikan sistem pengairan.
Terkait hama tikus, Gus Hishnu menilai kerugiannya sudah masuk kategori masif sehingga membutuhkan strategi pembasmian yang lebih efektif.
“Komisi II berkomitmen mengawal dukungan operasional di lapangan agar penanganannya berjalan maksimal,’ katanya.
Gus Hishnu juga menyoroti pentingnya modernisasi lewat distribusi Alsintan. Ia menegaskan alat mesin pertanian harus disalurkan tepat sasaran agar mampu meningkatkan efisiensi kerja dan hasil produksi petani. Di sisi lain, ia menyerukan agar generasi muda terlibat lebih aktif dalam dunia pertanian.
Menurutnya, sektor ini bukan hanya strategis, tetapi juga ruang bagi anak muda untuk berinovasi dan berkontribusi pada ketahanan pangan.
“Komisi II DPRD Majalengka menegaskan keluhan petani akan menjadi agenda utama legislasi, dan pengawasan dalam waktu dekat sebagai upaya menjaga Majalengka tetap menjadi lumbung pangan yang kuat,” katanya.
Terpisah Tarya seorang petani asal Desa Wanasalam Kecamatan Ligung, menyambut baik langkah wakil rakyat yang ada di DPRD Kabupaten Majalengka, khususnya komisi II yang akan memperjuangkan keluhan petani. Sehingga kedepan petani benar benar akan menjalankan profesi beraninya dengan tentram.
Karena tiga faktor tadi yakni pengairan yang baik, pembasmian hama tikus dan alsintan yang memadai akan berdampak terhadap hidup matinya petani.
Padahal kata Tarya, saat ini petani sudah bisa menikmati harga jual padi yang cukup tinggi, harga pupuk subsidi yang turun 20 persen.
“Sehingga kalau tiga faktor diatas bisa di selesai kan maka kehidupan petani di Majalengka akan semakin sejahtera,” pungkasnya singkat, Senin (25/11). (Munadi)



Tinggalkan Balasan