Debat Pertama Lancar, Esya: Tapi Masih Perlu Evaluasi
KAB. CIREBON, (FC).- Debat terbuka pertama pemilihan kepala daerah (Pilkada) bupati dan wakil bupati Cirebon 2024 resmi digelar di salah satu hotel di Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (26/10).
Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati menjelaskan, bahwa debat ini adalah bagian dari rangkaian yang penting dalam Pilkada Cirebon.
Kata dia, debat akan berlangsung selama dua kali, yakni pada 26 Oktober dan 20 November 2024. “Debat publik pertama ini merupakan kewajiban KPU untuk memperkenalkan visi dan misi setiap paslon kepada masyarakatnya,” katanya, Sabtu (26/10)
Dikatakannya, KPU Kabupaten Cirebon telah menunjuk tim perumus dan tim analis dari akademisi dan tokoh masyarakat, seperti H Halim Rahman, KH M Wahid, Dr Ujang Komarudin dan Fahmi Iswahyudi untuk memastikan debat berjalan berbobot dan sesuai aturan.
“Dua tema besar dan empat sub-tema telah ditetapkan. Tema besarnya adalah akselerasi pembangunan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia, serta kemandirian Cirebon yang berkelanjutan,” katanya.
Dalam debat ini, panelis mengangkat topik seputar peningkatan daya saing sumber daya manusia, pengembangan generasi milenial, kesejahteraan masyarakat, dan partisipasi publik dalam pembangunan Cirebon. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan mampu menggugah para paslon untuk memberikan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi Kabupaten Cirebon.
Ia berharap Debat terbuka dapat memberikan referensi penting bagi 1.744.235 pemilih di Kabupaten Cirebon dalam menentukan pilihan mereka pada Pilkada serentak 27 November 2024. “Kami berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak,” katanya.
Pihaknya mengajak semua pihak untuk menjaga suasana damai, karena debat ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan kesempatan bagi semua untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.
Esya mengaku, acara debat terbuka yang pertama ini berjalan dengan lancar, namun agenda debat ini masih perlu adanya evaluasi, di antaranya adalah audio, kemudian tidak adanya layar monitor di luar, namun ada, sehingga menimbulkan kerumunan massa yang cukup banyak.
“Kemarin saya memberikan statement, bahwa tidak ada layar monitor di luar gedung, tapi ternyata ada tanpa sepengetahuan saya, kemudian dengan adanya monitor di luar sehingga terjadi perkumpulan massa,” tegas Esya.
Ia menegaskan, sebagaimana komitmennya sesuai PKPU 13 Tahun 2024 pasal 57 ayat 1 itu tidak ada arak-arakan pawai massa dan lainnya.
“Kami akan evaluasi secara menyeluruh, nanti kami akan berkoordinasi dan mengevaluasi, agar tidak terjadi dan tidak terulang kembali hal-hal yang seperti ini,” katanya.
Di akhir, Esya menambahkan, dalam debat kedua nanti tanggal November sudah ada tema besar dari tim perumus yaitu tentang tata kelola pemerintahan, transformasi birokrasi dan pelayanan publik yang bersih dan inklusif.
“Adapun untuk tempat debat kedua belum kita tentukan. Yang jelas kita akan mempertimbangkan dan mengevaluasi beberapa hal yang terjadi pada kesempatan debat terbuka pertama ini,” pungkasnya. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan