40 Warga Kaliwadas dan Pasalakan Dilatih Jadi Relawan Penyelamat
KAB.CIREBON, (FC).- Sebanyak 40 warga Kelurahan Kaliwadas dan Pasalakan, Kabupaten Cirebon, dilatih menjadi relawan penyelamat melalui program Kampung Rescue.
Mereka dibekali keterampilan dasar pertolongan dan penyelamatan untuk membantu penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat sebelum petugas tiba di lokasi.
Program yang diinisiasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kantor SAR Bandung dan Pos SAR Winong tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, mengatakan, pembentukan Kampung Rescue bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, terutama di lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurutnya, warga yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian sering kali menjadi pihak pertama yang mengetahui insiden. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan penyelamatan dasar diperlukan agar masyarakat dapat memberikan pertolongan awal secara tepat.
“Harapannya dengan dibentuk Kampung Rescue, masyarakat semakin sadar dan teredukasi. Kalau ada kejadian, mereka bisa melakukan penyelamatan secara mandiri karena sudah ada yang dilatih,” ujar Syamsul, Rabu (4/11).
Sebanyak 40 peserta dari kedua kelurahan tersebut dipilih untuk mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas dan kompetensi penyelamatan. Mereka dipersiapkan menjadi relawan yang nantinya berkoordinasi dengan BPBD maupun Pos SAR Winong dalam membantu penanganan keadaan darurat.
Pelatihan tidak hanya berisi materi teori, tetapi juga praktik dan simulasi penggunaan peralatan penyelamatan. Peserta juga mendapatkan sertifikasi sesuai kompetensi yang diberikan.
Syamsul menjelaskan, Kelurahan Pasalakan menjadi salah satu lokasi program karena memiliki riwayat kejadian yang membutuhkan tindakan penyelamatan, termasuk insiden orang tenggelam. Kesiapan pemerintah kelurahan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan juga menjadi pertimbangan.
BPBD Kabupaten Cirebon berharap program Kampung Rescue dapat diperluas ke wilayah lain. Ke depan, pembentukannya direncanakan terintegrasi dengan program Desa Tangguh Bencana (Destana) sehingga penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dapat berjalan lebih optimal.
Namun, perluasan program masih menghadapi kendala keterbatasan personel dan peralatan. Pelaksanaannya di wilayah lain akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran serta kemampuan BPBD dan Pos SAR.
“Harapannya memang semua wilayah bisa mendapatkan program seperti ini. Tetapi, sumber daya yang dimiliki Pos SAR maupun BPBD, baik peralatan maupun SDM, masih terbatas,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan saat terjadi bencana, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan tindakan penyelamatan awal sesuai prosedur keselamatan sembari menunggu kedatangan petugas. (Johan)



Tinggalkan Balasan