Kursi Roda Baru untuk Hana, Siswi Difabel yang Tetap Semangat Sekolah
KUNINGAN, (FC).- Keterbatasan fisik dan kehilangan ibu tak menyurutkan semangat Hana, siswi kelas 3 SDN 2 Kertawinangun, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, untuk terus bersekolah.
Di tengah kondisi yang dihadapinya, Hana tetap berusaha mandiri dan mengikuti kegiatan belajar seperti teman-temannya.
Kisah Hana menarik perhatian Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Surya, tergerak oleh kondisi siswi tersebut, Surya bersama keluarga besar almarhum ayahnya memberikan bantuan berupa kursi roda baru dan santunan uang, Senin (2/11).
Bantuan itu berawal dari kunjungan Surya ke SDN 2 Kertawinangun. Saat bertemu Hana, ia mendapat informasi dari kepala sekolah bahwa kursi roda yang selama ini digunakan siswi tersebut telah rusak hingga patah.
“Ketika itu, kepala sekolah menyampaikan bahwa Hana membutuhkan kursi roda. Saya terus terang merasa prihatin, tetapi juga bangga. Di tengah keterbatasannya, Hana tetap semangat bersekolah dan ingin mandiri,” ungkap Surya.
Surya mengaku terkesan melihat kemandirian Hana. Meski memiliki keterbatasan fisik dan tidak memiliki kedua kaki, Hana mampu berpindah dari kursi roda tanpa bantuan orang lain.
Semangat Hana juga didukung lingkungan sekolah. Kepala sekolah menyediakan meja belajar khusus yang disesuaikan dengan posisi kursi roda agar ia dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman.
Teman-teman sekelasnya pun memberikan perhatian dan membantu Hana dalam aktivitas di sekolah.
“Alhamdulillah, teman-temannya baik semua dan tidak pernah membully. Mereka justru membantu Hana. Saya juga berterima kasih kepada kepala sekolah yang sudah memberikan pelayanan dan perhatian luar biasa,” katanya.
Di luar sekolah, Hana tinggal bersama kakek dan neneknya. Sang nenek menjadi sosok yang merawat sekaligus setia mengantarkannya ke sekolah setiap hari.
Kondisi tersebut menyusul ibunya yang meninggal dunia sekitar tiga bulan lalu. Sementara ayahnya masih ada, tetapi tidak tinggal serumah. Hana juga memiliki seorang adik yang masih bersekolah di PAUD.
Selain bantuan kursi roda dan santunan, Surya berencana memastikan Hana memperoleh dukungan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Pihaknya akan mengecek terlebih dahulu status penerimaan bantuan tersebut.
“Nanti akan kita cek dulu, apakah Hana sudah mendapatkan PIP atau belum. Kalau belum, tentu akan kita upayakan. Anak dengan keterbatasan seperti Hana membutuhkan dukungan kita semua,” ujarnya.
Bantuan kursi roda diharapkan dapat memudahkan aktivitas Hana, terutama saat berangkat dan mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Kepedulian keluarga, guru, dan teman-temannya menjadi dukungan penting agar Hana tetap bersemangat menempuh pendidikan. (Angga)



Tinggalkan Balasan