INDRAMAYU, (FC).- Ratusan Mahasiswa di Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di kantor Bupati Indramayu dan Gedung DPRD Indramayu, Kamis (29/10/2026).

Aksi ratusan mahasiswa ini diwarnai kericuhan dan nyaris bentrok dengan petugas saat massa aksi merangsek masuk ke kantor Bupati Indramayu dan Gedung DPRD Indramayu.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut agar kinerja Bupati Indramayu Lucky Hakim di evaluasi karena dianggap tidak memberikan dampak signifikan selama memimpin Indramayu dalam kurun waktu hampir 2 tahun.

Perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Indramayu sekaligus penanggung jawab aksi, Rahmat Muzaki, , menyatakan bahwa pihaknya bersama sama teman teman mahasiswa mendesak agar kinerja Bupati Indramayu Lucky Hakim dievaluasi secara menyeluruh.

” Ada kurang lebih 18 tuntutan kepada pemerintah daerah Kabupaten Indramayu dan ada 7 tuntutan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Indramayu untuk ditindaklanjuti secara seksama dan segera,” ujar Rahmat.

Diantaranya, lanjut Rahmat, terkait IPM dan Penegakan Perda yang pihaknya menggap tidak berjalan maksimal, sehingga dampaknya tidak dirasakan kepada masyarakat Indramayu pada umumnya.

” Beberapa poin krusial yakni, pemerataan pembangunan Infrastruktur, sektor pendidikan, kesehatan, isu lingkungan, ekonomi, reformasi agraria, penegakan Perda minuman beralkohol, hingga penertiban kawasan yang dijadikan warung remang-remang,” ujarnya.

Selain itu, kata Rahmat, pihaknya juga mendesak pemerintah kabupaten Indramayu untuk menangani persoalan banjir rob eretan dan mengevaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengentasan kemiskinan di Indramayu secara terbuka serta menyelesaikan terkait kekosongan jabatan di lingkungan Pemda yang di isi Pelaksana Tugas (PLT).

” Sayangnya, dalam aksi penyampaian aspirasi tersebut, massa merasa kecewa lantaran tidak dapat menemui kepala daerah maupun Ketua DPRD Indramayu,” ujarnya.

Dia mengatakan, Berdasarkan informasi yang diterima aliansi, Bupati Lucky Hakim dan Ketua DPRD sedang tidak berada di Indramayu. Ketua DPRD dikabarkan tengah berada di Banten sehingga tidak dapat menemui massa.

Rahmat juga mengecam Tindakan Represif aparat penegak hukum yang terjadi selama pengamanan aksi di Pendopo, termasuk dugaan kekerasan yang menimpa kader perempuan.

Menurutnya, Akibat insiden tersebut, dilaporkan ada tiga orang kader dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

” Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus memberikan ultimatum kepada pihak eksekutif dan legislatif. Mereka menegaskan akan mengerahkan massa dengan skala yang jauh lebih besar apabila seluruh tuntutan yang diajukan tidak segera ditindaklanjuti dalam batas waktu yang telah ditentukan,” pungkasnya. (Agus Sugianto)