SDN 1 Cirendang dan Mahasiswa UNISA Lestarikan Seni Angklung
KUNINGAN, (FC).- Upaya melestarikan budaya Sunda sejak dini dilakukan SDN 1 Cirendang melalui pentas seni angklung bertajuk “Ngamumule Budaya, Ngarumat Tradisi”, Kamis (29/10).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi siswa dengan mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan.
Pentas tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah mengenalkan kesenian tradisional kepada siswa melalui praktik langsung. Selain melatih keterampilan bermusik, kegiatan ini juga menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.
Mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan, Kholifah Nurpaidah yang akrab disapa Ipeh, mengatakan latihan dan pentas angklung menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
“Melalui kegiatan latihan dan pentas angklung ini, kami ingin mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya Sunda sejak dini. Kami berharap anak-anak tidak hanya bisa memainkan angklung, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Penampilan angklung menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan rutin mingguan sekolah.
Para siswa tampak antusias memainkan alat musik berbahan bambu tersebut, mengikuti irama dan menyelaraskan nada hingga menghasilkan alunan musik yang harmonis.
Kemampuan itu diasah melalui latihan rutin dengan pendampingan mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan. Selain mengembangkan bakat seni, proses latihan juga mengajarkan kedisiplinan, kekompakan, dan kerja sama. Setiap siswa dituntut memainkan nada sesuai bagiannya agar tercipta harmoni.
Kepala SDN 1 Cirendang, Euis Yuliani P mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UNISA Kuningan dalam mendampingi para siswa.
Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan semangat baru bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat, khususnya di bidang kesenian tradisional.
“Kami sangat mengapresiasi pendampingan mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan dalam mengenalkan dan melatih siswa memainkan angklung. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap budaya Sunda sekaligus mendorong mereka untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitasnya,” ungkapnya.
Euis menambahkan, pengenalan budaya melalui praktik langsung membuat siswa tidak sekadar mempelajari kesenian daerah secara teori, tetapi juga terlibat dalam upaya pelestariannya.
Melalui kegiatan “Ngamumule Budaya, Ngarumat Tradisi”, SDN 1 Cirendang bersama mahasiswa PLP 2 UNISA Kuningan berharap angklung semakin dikenal dan diminati generasi muda.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat peran sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan kearifan lokal. (Angga)



Tinggalkan Balasan