MAJALENGKA, (FC).- Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman bersama jajaran pejabat utama Polres Majalengka turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), wilayah Kabupaten Kuningan.

Sebanyak 30 personel Polres Majalengka dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman yang dilakukan Polres Kuningan. Pengerahan tersebut merupakan tindak lanjut atas perintah Polda Jawa Barat.

Di tengah medan hutan yang terjal, personel kepolisian bergerak menyusuri kawasan terdampak untuk membantu mengendalikan api. Penanganan dilakukan bersama unsur gabungan yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

AKBP Aldy mengatakan, bantuan personel dari jajarannya telah dilaksanakan hingga api berhasil dipadamkan.

“Alhamdulillah, sudah selesai. Kita terjunkan personel sekitar 30 anggota. Kita bantu backup Polres Kuningan atas perintah Polda Jabar. Alhamdulillah, bisa padam,” kata Aldy kepada wartawan, Sabtu (24/10).

Sejumlah pejabat utama Polres Majalengka turut terlibat dalam penanganan tersebut. Mereka di antaranya Wakapolres Majalengka, Kasatlantas AKP Pandu Renata Surya, Kasat Intelkam AKP Asep Hendra, Kasat Reskrim AKP Udiyanto, dan Kasat Resnarkoba AKP Ecep Karniman.

Kehadiran jajaran Polres Majalengka menjadi bagian dari dukungan antarkepolisian dalam menangani kebakaran yang mengancam kawasan hutan Gunung Ciremai.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama juga turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan optimal serta keselamatan personel tetap terjaga.

“Lokasi ini terakhir yang terbakar, dan alhamdulillah sudah berhasil dipadamkan,” tegasnya.

Penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai melibatkan sejumlah unsur, termasuk TNI, BPBD, polisi hutan, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api.

Medan yang terjal serta kondisi vegetasi yang mudah terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Koordinasi lintas instansi diperlukan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area hutan lainnya.

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai terus dilakukan, sebanyak 742 personel gabungan dikerahkan untuk mempercepat proses memadamkan pada Sabtu kemarin.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, penanganan karhutla dilakukan melalui pemadaman langsung dan pembuatan sekat bakar untuk menghambat pergerakan api.

Operasi ini difokuskan agar api di zona rimba tidak merambat ke zona inti. Herman menekankan tiga prinsip dalam penanganan karhutla, yakni cepat, sistemik, dan akuntabel. Kecepatan diperlukan untuk mengendalikan api agar tidak meluas, sementara koordinasi dan dukungan logistik harus dipastikan agar operasi berjalan efektif.

Menurut Herman, api sebelumnya bergerak dari zona tradisional menuju zona rimba. Saat ini, upaya pemadaman difokuskan untuk menghentikan pergerakan api agar tidak mencapai zona inti.

“Saat ini api ada di zona rimba. Sebelumnya dari zona tradisional naik ke zona rimba. Mudah-mudahan selesai di zona rimba, tidak boleh naik ke zona inti,” ujar Herman, Sabtu (24/10).

Untuk memastikan penanganan tepat sasaran, petugas menggunakan pemetaan titik api dan koordinat berdasarkan hasil pemantauan drone. Data tersebut, menjadi acuan dalam menentukan lokasi pemadaman maupun pembuatan sekat bakar.

“Jangan sampai salah sasaran. Kalau api, pasti yang dipadamkan api. Tapi kalau penyekatan nanti salah menyekat, ya akan tidak efektif. Karena itu sudah disiapkan koordinat berdasarkan data hasil drone,” kata Herman.

Herman mengatakan, seluruh personel harus mengutamakan keselamatan dan menjaga koordinasi selama bertugas. Sebelum diberangkatkan, petugas mengikuti apel untuk memastikan kesiapan serta kelengkapan anggota di setiap kelompok.

“Kami mohon tiap-tiap kelompok tahu persis jumlah dan nama-nama anggota kelompoknya. Nanti ada pembagian, jadi ketua kelompok harus tahu persis jumlah dan nama-nama anggota kelompoknya,” katanya.

Pengerahan personel tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sehari sebelumnya turun langsung bersama bupati untuk meninjau penanganan kebakaran dan mendampingi relawan serta petugas di lapangan. (Munadi)