Pokdarwis Kuya Asih Perkuat SDM, Genjot Promosi Digital Wisata Belawa
KAB.CIREBON, (FC).- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kuya Asih Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk menggenjot promosi digital destinasi wisata Kura-kura Belawa.
Ketua Pokdarwis Kuya Asih Belawa, Eman Suherman, mengatakan, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keunikan destinasi.
Kemampuan pengelola dalam memanfaatkan teknologi digital juga menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan promosi dan menarik kunjungan wisatawan.
“Potensi wisata harus didukung SDM yang mumpuni. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas anggota agar mampu mengikuti perkembangan teknologi digital,” ujar Eman, Minggu (18/10).
Menurutnya, media sosial kini menjadi salah satu sarana utama masyarakat untuk mencari informasi sekaligus menentukan destinasi wisata. Kondisi tersebut menuntut pengelola lebih kreatif dalam membuat konten promosi dan membangun citra destinasi.
Untuk mendukung upaya tersebut, Pokdarwis Kuya Asih mendapatkan pendampingan dari Rosidin, dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Cirebon. Pendampingan difokuskan pada pengembangan kemampuan pemasaran digital di sektor pariwisata.
Materi yang diberikan meliputi pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, fotografi dan videografi dasar, hingga strategi membangun branding destinasi agar lebih dikenal masyarakat luas.
“Persaingan wisata sekarang juga berlangsung di ruang digital. Destinasi yang aktif membangun komunikasi dengan publik memiliki peluang lebih besar untuk dikenal,” katanya.
Eman menjelaskan, wisata Kura-kura Belawa memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan, mulai dari konservasi kura-kura, edukasi lingkungan, nilai sejarah, hingga keterlibatan masyarakat setempat.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dikemas melalui konten kreatif dan cerita menarik agar mampu membangun daya tarik sekaligus meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung.
“Kami ingin potensi Kura-kura Belawa bisa dikemas menjadi cerita yang menarik. Bukan hanya tempat wisata, tetapi juga destinasi edukasi dan konservasi yang memiliki nilai bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain pemasaran digital, peningkatan kapasitas SDM juga diarahkan pada profesionalisme pengelolaan wisata. Hal itu mencakup pelayanan pengunjung, tata kelola organisasi, penyediaan informasi, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak.
Eman menegaskan, keberhasilan pariwisata berbasis masyarakat tidak semata-mata diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan warga setempat.
“Kami ingin anggota Pokdarwis menjadi garda terdepan dalam mempromosikan wisata Belawa. Masyarakat harus mampu mengenalkan potensi daerahnya sendiri sekaligus merasakan manfaat dari perkembangan pariwisata,” tegasnya.
Ia optimistis, penguatan SDM yang dibarengi pemanfaatan pemasaran digital dapat memperluas jangkauan promosi wisata Kura-kura Belawa, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kalau SDM-nya kuat, promosi akan lebih efektif. Ketika wisata berkembang, manfaatnya diharapkan kembali kepada masyarakat,” pungkasnya. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan