KOTA CIREBON, (FC).- Hampir 6 ribu jiwa dari 1.776 keluarga di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon masih terdampak kekeringan. Mereka kekurangan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan air bersih terus mengalir ke wilayah selatan Kota Cirebon itu secara rutin sejak beberapa bulan terakhir ini. Tidak hanya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, pendistribusian bantuan air bersih juga kerap melibatkan instansi lain.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Eko Kuswantoro mengatakan, pendistribusian air bersih merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Yang kami lakukan adalah membantu warga Argasunya yang terdampak kekeringan. Tidak ada tebang pilih. Semua masyarakat yang memang terdampak kekeringan akan kita bantu,” ungkap Eko, Senin (12/10).
Menurut Eko, penanganan kekeringan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Walikota Cirebon melalui Surat Keputusan (SK) Siaga Hidrometeorologi Kering. Pemkot Cirebon memastikan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akan mendapatkan bantuan.
“Data yang kami tangani saat ini sekitar 1.776 KK atau 5.914 jiwa. Prinsipnya, selama memang terdampak kekeringan, akan kami bantu,” katanya.
Eko merinci, di Kelurahan Argasunya wilayah yang paling terdampak adalah RW 06 di RT 05 sebanyak 121 KK (333 jiwa), RT 06 sebanyak 68 KK (195 jiwa). Selanjutnya, RW 08 di RT 01 sebanyak 153 KK (491 jiwa). RW 09 di  RT03 sebanyak 231 KK (966 jiwa).
Eko menjelaskan, pasokan air bersih berasal dari Perumda Air Minum Tirta Giri Nata. Dalam pendistribusiannya, BPBD berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Pihak yang terlibat di antaranya PDAM, BPBD, Dinas Damkar dan Penyelamatan, DPRKP, PMI, Kodim 0614/Kota Cirebon, KORPRI, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, hingga Polytama Propindo.
“Alhamdulillah, koordinasi dengan PDAM dan jajaran lainnya sangat kooperatif dan sangat membantu. Kami bersama-sama memastikan bantuan air bisa sampai kepada masyarakat,” jelasnya.
Untuk mendapatkan bantuan, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui pengurus RT dan RW. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada kelurahan untuk disampaikan kepada BPBD.
“Setelah itu kami membuat jadwal pengiriman air ke lokasi,” kata Eko.
Ia mengakui, pendistribusian bantuan air bersih dilakukan secara rutin sepanjang hari dalam tiap pekan, kecuali Minggu.
“Memang kendalanya kami kekurangan armada tangki air dan SDM. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan koordinasi dari semua pihak agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” tuturnya.
Selain mengirimkan bantuan air bersih, pemerintah juga menyiapkan fasilitas penampungan air agar ketersediaan air bersih di sana bisa terjaga. (Agus)