Atasi Hama Tikus, Kementan dan DKPP Indramayu Bangun Rubuha
INDRAMAYU, (FC).- Upaya untuk mengatasi hama tikus di area persawahan di Kabupaten Indramayu, kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama DKPP Kabupaten Indramayu membangun sejumlah rumah burung hantu (rubuha).
Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengatakan, pemasangan rubuhan tersebut merupakan strategi ramah lingkungan untuk membasmi hama tikus yang kerap memakan tanaman padi.
Menurut dia, rubuha dibangun sebagai rumah kosong untuk memancing burung hantu spesies Tyto alba yang biasanya menetap di sekitar kawasan pertanian untuk datang dan bersarang secara alami.
Terlebih, burung hantu spesies Tyto alba dikenal sebagai predator alami, dan paling efektif yang aktif berburu tikus sawah pada malam hari, sehingga menjadi mitra petani memberantas hama.
“Keberadaannya di sekitar areal persawahan turut membantu menekan populasi tikus yang berpotensi merusak tanaman dan menurunkan hasil produksi pertanian,” ujar Sugeng Heryanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/9).
Ia mengatakan, pemanfaatan burung hantu dan pembangunan rubuha tersebut juga menjadi salah satu bentuk pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, karena merupakan predator alami tikus sawah.
Selain itu, metode tersebut turut mendukung upaya pengurangan penggunaan bahan kimia maupun langkah pengendalian yang berisiko terhadap keselamatan manusia, dan keseimbangan ekosistem.
Pihaknya mengakui, pemasangan rubuha memerlukan dukungan dan partisipasi dari petani hingga masyarakat sekitar, karena keberadaannya perlu dijaga serta dipelihara bersama untuk menjaga produktivitas hasil panen.
“Kami mengimbau masyarakat tidak menangkap, memburu, maupun mengganggu keberadaan burung hantu di sawah, karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian,” kata Sugeng Heryanto.
Ia menyampaikan, langkah itu pun menjadi solusi jangka panjang untuk menekan hama tikus tanpa merusak lingkungan, sehingga menjaga produktivitas pertanian di wilayah Kecamatan Bangodua, Indramayu.
Sugeng mengakui, burung hantu merupakan mitra petani di sawah, sehingga populasinya harus dijaga untuk mengamankan status Kabupaten Indramayu sebagai lumbung pangan di Jawa Barat.
“Efektivitas rubuha ini sangat bergantung pada kepedulian bersama, sehingga para petani dan masyarakat Kecamatan Bangodua harus merawat serta menjaganya bersama-sama,” pungkasnya. (F-08)


Tinggalkan Balasan