Bulan Dana PMI Kabupaten Cirebon Targetkan Rp1 Miliar untuk Misi Kemanusiaan
KAB.CIREBON, (FC).- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon kembali menggelar Bulan Dana Kemanusiaan PMI Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua bulan tersebut menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp1,010 miliar untuk mendukung berbagai program kemanusiaan.
Pembukaan Bulan Dana PMI Kabupaten Cirebon 2026 berlangsung di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Rabu (16/9). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, mewakili Bupati Cirebon.
Hendra mengatakan, Bulan Dana PMI menjadi momentum bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk menunjang pelayanan PMI, terutama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana maupun membutuhkan layanan kesehatan.
“PMI memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, baik saat terjadi bencana alam, bencana kemanusiaan, maupun dalam pelayanan kesehatan, termasuk penyediaan darah,” ujar Hendra.
Menurutnya, PMI Kabupaten Cirebon selama ini menunjukkan kinerja yang cepat dalam merespons berbagai kejadian. Salah satunya saat membantu warga terdampak bencana angin puting beliung di Desa Winong dan Pasalakan, serta sejumlah kejadian kebakaran rumah di beberapa wilayah.
Hendra juga mengapresiasi komitmen Ketua PMI Kabupaten Cirebon RD Sri Heviyana yang dinilai aktif turun langsung dalam penanganan bencana.
“Termasuk dalam penanganan bencana banjir, saya sangat menghargai komitmen Ibu Ketua PMI yang tanpa mengenal waktu langsung turun ke lokasi untuk memastikan bantuan cepat dan tepat,” katanya.
Selain bantuan darurat, PMI Kabupaten Cirebon juga memberikan dukungan material bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar dapat kembali dihuni secara layak.
Di bidang kesehatan, Hendra menyebut PMI Kabupaten Cirebon telah memiliki pelayanan darah yang didukung peralatan berstandar internasional serta sumber daya manusia yang memadai. PMI juga tengah berkomunikasi dengan Pemkab Cirebon terkait rencana pembangunan gedung bank plasma.
“Jika terealisasi, PMI Kabupaten Cirebon akan menjadi PMI pertama di Indonesia yang memiliki bank plasma,” ungkapnya.
Bulan Dana PMI 2026 dilaksanakan mulai 16 September hingga 16 November 2026. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 123 kolektor akan bertugas menghimpun dana masyarakat dengan target Rp1,010 miliar.
Hendra mengakui target tersebut cukup besar. Namun, ia optimistis target dapat tercapai dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Saya menyadari target ini cukup berat, tetapi dengan kerja sama pemerintah, swasta dan masyarakat, insya Allah target dapat tercapai,” ujarnya.
Ia juga meminta panitia melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala selama pelaksanaan Bulan Dana PMI berlangsung, termasuk memastikan seluruh proses penghimpunan berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Cirebon Rd Hj Sri Heviyana mengatakan, target tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, target Bulan Dana PMI mencapai Rp1,3 miliar dan berhasil direalisasikan.
“Target sekarang memang turun karena menyesuaikan kondisi daerah. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa tercapai,” kata Heviyana.
Menurutnya, dana yang dihimpun akan diprioritaskan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan, terutama membantu masyarakat yang terdampak bencana seperti banjir, longsor, puting beliung hingga kebakaran.
Ia menjelaskan, PMI juga berupaya membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana dengan memberikan dukungan pembangunan kembali rumah secara sederhana.
“Memang tidak bisa maksimal, tetapi paling tidak masyarakat bisa kembali memiliki tempat tinggal,” ujarnya.
Selain bertugas di wilayah Kabupaten Cirebon, PMI juga terlibat dalam penanganan bencana di luar daerah. Sebelumnya, PMI Kabupaten Cirebon mengirimkan bantuan personel dan mobil tangki air untuk membantu penanganan banjir di Aceh atas penugasan dari PMI Pusat.
Heviyana berharap Bulan Dana PMI 2026 tidak hanya mampu mencapai target penghimpunan, tetapi juga memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kepedulian masyarakat terhadap sesama terus tumbuh dan kerja-kerja kemanusiaan PMI semakin kuat,” pungkasnya. (Ghofar)


Tinggalkan Balasan