KAB.CIREBON, (FC).- Pendidikan demokrasi mulai dikenalkan kepada pelajar melalui Pemilihan Raya Putih Biru (PRaBu) Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar serentak di sejumlah SMP di Kabupaten Cirebon tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk memahami proses demokrasi sejak lingkungan sekolah.

Mengusung tema “Gerakan Pendidikan Demokrasi di Sekolah”, PRaBu 2026 tidak hanya menjadi ajang pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tetapi juga pembelajaran bagi siswa tentang hak memilih, kepemimpinan, tanggung jawab serta menghargai perbedaan pilihan.

Program tersebut diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Cirebon.

Di SMP Negeri 2 Gebang, Kecamatan Gebang, pelaksanaan PRaBu 2026 berlangsung pada gelombang pertama, Senin (10/8).

Sebanyak empat pasangan calon mengikuti kontestasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS.

Kepala SMP Negeri 2 Gebang, Hj. Heni Mulyana mengatakan, empat pasangan calon tersebut berasal dari perwakilan berbagai kelompok ekstrakurikuler serta satu pasangan independen.

“Di SMPN 2 Gebang ada empat pasangan calon, tiga diusung gabungan partai ekstrakurikuler dan satu pasangan independen,” ujar Heni.

Adapun pasangan nomor urut 1 yakni Cintai Sari dan Okta Piana yang diusung gabungan Partai Seni Tari, Partai Degung dan Partai Marching Band.

Pasangan nomor urut 2, Gina Shadaqah dan Cantik Balkis M., maju dari gabungan Partai Pramuka dan Partai PMR.

Sementara pasangan nomor urut 3, Bahwa Maulanisa dan Chelsea Adelia P., maju melalui jalur independen.

Sedangkan pasangan nomor urut 4, Kharis Darmawan dan Ade Rifki Ardiansyah, diusung gabungan Partai Pencak Silat, Partai Paskibra dan Partai Futsal.

“Setiap pasangan membawa latar belakang kegiatan dan ekstrakurikuler yang berbeda,” katanya.

Pemilihan tersebut diikuti sebanyak 569 siswa yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Dari jumlah tersebut, 531 siswa menggunakan hak pilihnya atau mencapai sekitar 93 persen tingkat partisipasi.

Tingginya angka kehadiran tersebut menunjukkan antusiasme siswa dalam mengikuti proses demokrasi di sekolah.

Mekanisme pemilihan juga dibuat menyerupai pesta demokrasi sesungguhnya, mulai dari penyampaian visi-misi, kampanye, debat terbuka, pemungutan suara hingga penghitungan suara.

“Antusiasme siswa cukup tinggi, terlihat dari 93 persen pemilih yang hadir,” ungkap Heni.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, pasangan nomor urut 4, Kharis Darmawan dan Ade Rifki Ardiansyah, berhasil meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai pemenang dengan memperoleh 215 suara.

Pasangan nomor urut 1 memperoleh 132 suara, pasangan nomor urut 3 mendapatkan 73 suara, sedangkan pasangan nomor urut 2 memperoleh 65 suara. Selain itu, terdapat 46 suara tidak sah.

“Hasil pemilihan ini menjadi bagian dari proses belajar siswa tentang kepemimpinan dan tanggung jawab,” jelas Heni.

Dalam pelaksanaan PRaBu 2026, siswa juga diperkenalkan dengan prinsip demokrasi langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (LUBER JURDIL).

Selain itu, para peserta didorong untuk menjauhi praktik negatif seperti penyebaran hoaks, politik uang maupun perundungan.

Sementara itu, anggota KPU Kabupaten Cirebon, Mashuri Abdul Wahid, menjelaskan bahwa lembaganya berperan memberikan panduan serta mendorong pendidikan demokrasi bagi peserta didik.

“KPU menginisiasi dan memberikan panduan. Untuk pengawasan pelaksanaan berada di Dinas Pendidikan,” katanya.

Pelaksanaan PRaBu 2026 dilakukan dalam beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, sosialisasi, pendidikan politik, kampanye, debat terbuka, pemungutan suara, penghitungan suara hingga pelantikan ketua dan wakil ketua OSIS terpilih.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami mekanisme pemilihan, tetapi juga belajar menerima perbedaan, menjaga integritas serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

PRaBu 2026 membawa pesan “Merawat Demokrasi, Menyiapkan Pemilih, Penyelenggara, dan Pemimpin Masa Depan”, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan demokrasi dapat dimulai dari sekolah.

“Belajar demokrasi hari ini, memimpin Indonesia esok hari,” menjadi semangat dalam pelaksanaan PRaBu 2026. (Nawawi)