KAB. CIREBON, (FC).- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 52 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Penguatan Literasi bertema “Menumbuhkan Minat Baca Anak melalui Peran Aktif Guru dan Orang Tua” di SDN 1 Gujeg, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jumat (31/7).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa dalam mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak di Desa Gujeg.

Seminar menghadirkan Yan Yuliani sebagai narasumber, dengan Mohamad Rafli sebagai moderator dan Nur Aini sebagai pembawa acara.

Ketua KKN Kelompok 52 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Muhamad Devani Alghifari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penguatan budaya membaca di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan KKN, anak-anak di Desa Gujeg memiliki antusiasme yang cukup baik terhadap kegiatan membaca, meski kemampuan literasi mereka masih beragam.

“Seminar ini diharapkan dapat menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kemampuan literasi anak melalui keterlibatan aktif guru dan orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Gujeg, Dedi Sutardi, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital menjadi salah satu tantangan dalam membangun kebiasaan membaca anak. Karena itu, diperlukan berbagai pembiasaan positif agar minat baca tetap tumbuh.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, minat baca anak perlu terus ditumbuhkan melalui berbagai pembiasaan positif. Sekolah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Komite SDN 1 Gujeg, Sangada. Ia menegaskan bahwa membangun budaya literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga.

Ia mengajak para orang tua untuk menjadi contoh bagi anak dengan membiasakan membaca di rumah serta memberikan pendampingan dalam proses belajar.

“Keberhasilan membangun budaya literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Orang tua harus menjadi teladan agar kebiasaan membaca dapat tumbuh sejak usia dini,” ujarnya.

Kuwu Desa Gujeg, Susmaya, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 52 yang menghadirkan seminar penguatan literasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya budaya membaca.

Memasuki sesi utama, Yan Yuliani, menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun budaya literasi sejak dini.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan membaca bukan hanya berkaitan dengan mengenal huruf dan kata, tetapi juga menjadi dasar bagi anak dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta membentuk karakter positif.

Menurut Yan, keberhasilan meningkatkan minat baca membutuhkan kolaborasi antara guru, orang tua, sekolah, dan masyarakat.

“Menumbuhkan minat baca tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang berkelanjutan antara guru, orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar,” paparnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan, seperti membiasakan membaca setiap hari, menyediakan pojok baca yang nyaman, serta mengadakan kegiatan literasi secara rutin.

Seminar tersebut berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang terdiri dari guru dan orang tua siswa.

Melalui kegiatan itu, mahasiswa KKN Kelompok 52 berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat. (Ghofar)