MAJALENGKA, (FC),- Suasana jumpa pers yang digelar di Mapolres Majalengka pada Kamis (16/4) sempat tegang.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi berbicara dengan nada keras dan meninggi. Raut wajahnya tegang saat menanggapi isu yang menyeret namanya di media sosial.
“Saya tak terima fitnah ini,” ujarnya tegas.
Isu ini pun mencuat setelah beredarnya foto dan rekaman di media sosial. Di laman itu, seorang pelaku mengaku kebal hukum dan tidak akan ditangkap aparat, karena kerap memberikan setoran pada kasus narkoba. Informasi itu pun kemudian viral, disertai foto Kapolres dengan wajah ditutupi.
Kapolres Rita membantah keras semua tudingan tersebut. Dirinya menilai informasi yang beredar itu tidak benar dan termasuk kategori pencemaran nama baik.
“Kapolres juga manusia. Saya punya keluarga, punya anak. Orang tua saya saat ini juga sedang sakit,” katanya, dengan suara yang mulai bergetar.
Dia menegaskan pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk segera menangkap pelaku dan untuk diproses secara hukum.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Saya akan proses secara hukum yang berlaku,” ujarnya.
Kapolres Rita juga menyatakan kesiapannya ditindak jika terbukti bersalah. Bahkan jadwal kegiatan dinasnya itu terbuka dan transparan.
“Kalau saya terbukti salah, silakan hukum. Tapi kalau ini fitnah, harus diproses juga,” katanya.
Menurut dia, penyebaran berita bohong itu telah melewati batas dan berdampak secara pribadi maupun keluarga.
“Saya tidak ingin ada korban lain. Cukup saya saja yang menjadi korban fitnah ini. Pelakunya harus mendapat efek jera,” ucapnya.
Pihaknya juga menegaskan komitmennya dalam pemberantasan narkoba. Dan memastikan tidak ada praktik penyimpangan dalam penanganan kasus.
“Kami bekerja transparan, tidak ada permainan. Semua yang melanggar harus dihukum,” tegasnya dengan suara lantang. (Munadi)












































































































Discussion about this post