Hujan Berjam-jam Picu Sungai Meluap, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Cirebon Barat
KAB. CIREBON, (FC).– Hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung lama memicu banjir di wilayah barat Kabupaten Cirebon. Sedikitnya 312 rumah terendam dan 1.273 warga terdampak, Selasa (28/1) sekitar pukul 14.00 WIB.
Banjir melanda delapan desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Susukan, Arjawinangun, Gegesik, dan Panguragan. Desa terdampak meliputi Ujunggebang, Bunder, Bojong Kulon, Kedongdong, dan Susukan (Kecamatan Susukan), Desa Arjawinangun (Kecamatan Arjawinangun),Desa Bayalangu Kidul (Kecamatan Gegesik), serta Desa Panguragan Kulon dan Karanganyar (Kecamatan Panguragan).
Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Samsul Huda, menjelaskan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Wanganayam, Sungai Winong, dan Sungai Kali Wetan. Luapan dipicu curah hujan berkepanjangan di wilayah Cirebon hingga daerah hulu di Kabupaten Majalengka.
“Selain faktor hujan, kondisi banjir diperparah oleh sedimentasi sungai serta drainase yang tidak berfungsi optimal,” ujar Samsul, Rabu (29/1/2026).
Berdasarkan data BPBD, banjir berdampak pada 425 kepala keluarga. Selain merendam rumah warga, genangan air juga sempat mengganggu akses jalan di sejumlah titik.
Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon telah melakukan asesmen lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait. Hingga saat ini, tidak ada warga yang mengungsi.
“Sebagian wilayah sudah mulai surut dan akses jalan kembali bisa dilalui kendaraan,” katanya.
BPBD merekomendasikan penanganan banjir secara terpadu, mulai dari normalisasi sungai dari hulu hingga hilir, rehabilitasi kawasan hutan, perbaikan tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana, hingga penguatan konservasi tanah dan air agar kejadian serupa tidak terulang. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan