KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon siap menindaklanjuti laporan dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang terjadi di PT Yihong Novatex Indonesia, Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura.

Laporan tersebut menjadi perhatian Pemkab Cirebon karena diduga berdampak terhadap sejumlah pekerja, khususnya masyarakat di wilayah Cirebon Timur.

Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman mengatakan, laporan yang diterima pemerintah daerah akan dibahas dan dikoordinasikan bersama perangkat daerah serta pihak terkait untuk mencari penyelesaian terbaik.

“Ini menjadi masukan bagi kami di pemerintah daerah dan tentunya akan kami tindaklanjuti serta dibahas bersama,” ujar Agus, Minggu (30/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Agus usai menghadiri kegiatan Pendidikan Politik yang digelar DPD Partai NasDem Kabupaten Cirebon di salah satu hotel di Kecamatan Kedawung.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah akan membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak agar persoalan dapat diselesaikan secara proporsional.

Agus mengatakan, Pemkab Cirebon akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Satgas Investasi Kabupaten Cirebon dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan investasi maupun ketenagakerjaan.

“Kita akan berkolaborasi dengan Forkopimda dan Satgas Investasi untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan investasi,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga iklim investasi agar berjalan aman, kondusif dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Namun, keberadaan investasi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.

Terlebih, perusahaan yang beroperasi di daerah diharapkan dapat membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Harapan pemerintah daerah, ketika investasi datang ke Kabupaten Cirebon, masyarakat sekitar harus menjadi bagian utama dalam penyerapan tenaga kerja,” tegasnya.

Agus menyebut Cirebon Timur merupakan salah satu kawasan yang terus didorong untuk berkembang dari sisi investasi dan perekonomian. Karena itu, pertumbuhan industri harus dibarengi hubungan yang harmonis antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat.

“Investasi harus berjalan dengan baik, tetapi masyarakat juga harus merasakan manfaat dari hadirnya investasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Agus, pemerintah daerah bersama Bupati Cirebon juga terus membangun kepercayaan investor agar Kabupaten Cirebon menjadi daerah yang aman dan nyaman bagi pengembangan usaha.

Namun di sisi lain, setiap persoalan yang muncul di lingkungan perusahaan harus segera dikomunikasikan agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

“Kami ingin membangun investasi yang baik di Kabupaten Cirebon, dengan keamanan dan kenyamanan yang tetap terjaga bagi para investor,” jelasnya.

Agus menambahkan, pemerintah daerah akan mendorong penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

Satgas Investasi diharapkan dapat berperan dalam membantu mencari jalan keluar terhadap berbagai persoalan investasi dan ketenagakerjaan.

“Setiap persoalan harus dicari solusinya agar tidak berkepanjangan dan semua pihak mendapatkan kepastian,” tandasnya.

Ia menilai investasi idealnya memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Investor memperoleh kepastian dalam menjalankan usaha, sementara masyarakat mendapatkan manfaat melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi.

Karena itu, Pemkab Cirebon berharap pertumbuhan investasi, khususnya di wilayah Cirebon Timur, tetap berjalan berkelanjutan tanpa mengabaikan kepentingan pekerja dan masyarakat sekitar.

“Investasi harus tumbuh, perusahaan harus nyaman, dan masyarakat harus ikut sejahtera,” pungkas Agus. (Nawawi)