MAJALENGKA, (FC).— Video bangunan Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP di Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, mendadak viral di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, lokasi koperasi disebut berada di bawah kaki Gunung Ciremai dan jauh dari pemukiman warga sehingga menimbulkan beragam komentar dari warganet.

Untuk meluruskan informasi yang beredar, sejumlah awak media mendatangi langsung lokasi KDMP tersebut pada Kamis(6/8).

Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa bangunan koperasi memang dikelilingi pepohonan dan hamparan kebun. Namun kondisinya tidak sepenuhnya sama dengan narasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

KDMP Desa Cikaracak berdiri tepat di tepi jalan kabupaten. Jalan itu merupakan jalur penghubung utama antara Kecamatan Argapura dan Kecamatan Sindang.

Setiap hari jalan tersebut dilintasi warga untuk beraktivitas, termasuk menuju pusat kecamatan, pasar, hingga kawasan wisata di lereng Gunung Ciremai.

Dari Kantor Desa Cikaracak, jarak menuju lokasi koperasi hanya sekitar 900 meter. Jika menggunakan sepeda motor, waktu tempuhnya tidak lebih dari empat menit. Kondisi ini membantah anggapan bahwa koperasi berada di lokasi terpencil.

Kepala Desa Cikaracak, Aon, membenarkan adanya video yang viral tersebut. Ia menilai, video itu tidak menampilkan gambaran wilayah secara utuh sehingga menimbulkan salah persepsi.

“Kalau yang kemarin sempat viral, menurut saya videonya tidak utuh. KDMP Cikaracak ini berdiri di pinggir jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Argapura dengan Sindang. Ini jalur hidup bagi warga,” kata Aon kepada awak media di lokasi.

Menurut Aon, kesan lokasi berada di tengah hutan muncul karena wilayah Desa Cikaracak memang didominasi pepohonan bambu. Sebagai desa yang berada di lereng, pemandangan hutan bambu menjadi ciri khas kawasan kaki Gunung Ciremai.

“Memang kondisi desa kami seperti ini. Wilayah di kaki Gunung Ciremai didominasi hutan bambu. Tapi kalau dibilang berada tepat di kaki Gunung Ciremai, itu masih jauh. Gunung Ciremai masih berada di atas sana,” jelasnya.

Ia menegaskan, akses menuju koperasi sangat mudah dijangkau. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas langsung di depan bangunan tanpa harus melewati jalan setapak atau masuk ke area perkebunan.

Aon menjelaskan, keberadaan KDMP di desanya memiliki tujuan strategis. Sebagian besar warga Cikaracak menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya sayuran. Oleh karena itu, koperasi akan difokuskan untuk menunjang kebutuhan para petani.

“Nanti KDMP ini rencananya menjadi penyedia sarana pertanian, seperti pupuk, obat-obatan hingga berbagai kebutuhan petani. Produk hasil pertanian juga nantinya bisa ditampung di sini,” ungkapnya.

Selama ini warga harus menempuh jarak lebih dari 15 kilometer untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Pasar terdekat yang menyediakan saprodi berada di Pasar Maja dan Pasar Rajagaluh.

“Selama ini warga harus ke Maja atau Rajagaluh. Jaraknya jauh dan ongkosnya juga besar. Dengan adanya koperasi di desa, harapannya perputaran ekonomi warga bisa terjadi di desa sendiri, tidak lagi keluar desa,” tutur Aon.

Keberadaan koperasi juga diharapkan dapat memotong rantai distribusi. Dengan begitu harga kebutuhan pertanian bisa lebih terjangkau dan hasil panen petani memiliki tempat penampungan yang layak.

Meski sempat menuai beragam komentar, Aon mengaku tidak mempermasalahkan video yang viral tersebut. Ia justru melihatnya sebagai peluang promosi bagi desanya.

“Terima kasih kepada teman-teman yang membuat videonya sampai ramai. Bagi saya, ini berkah karena desa kami jadi dikenal. Hanya saja, kalau membuat video, alangkah baiknya ditampilkan secara utuh agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lengkap,” ucapnya.

Aon juga mengajak masyarakat untuk melihat langsung kondisi di lapangan sebelum menyimpulkan. Ia memastikan pemerintah desa akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pembangunan KDMP berjalan sesuai rencana.

“Kami terbuka. Silakan datang ke sini. Nanti bisa lihat sendiri bahwa aksesnya mudah dan lokasinya strategis,” ajaknya.

Koperasi Desa Merah Putih merupakan program prioritas pemerintah untuk memperkuat ekonomi di tingkat desa. Setiap desa ditargetkan memiliki satu koperasi yang berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, mulai dari penyediaan sembako, simpan pinjam, hingga penampungan hasil pertanian.

Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Camat Argapura juga telah meninjau lokasi KDMP Desa Cikaracak. Hasilnya, lokasi dinilai memenuhi kriteria karena berada di jalur utama dan dekat dengan lahan pertanian warga.

“Kami sudah cek. Aksesnya bagus, berada di jalan kabupaten. Ini akan sangat membantu petani dalam mendapatkan sarana produksi,” kata Camat Argapura.

Ia berharap KDMP segera beroperasi penuh agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pengurus koperasi juga diminta segera melakukan sosialisasi agar warga mengetahui layanan yang tersedia.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan tidak ada lagi kesalahpahaman terkait lokasi KDMP Desa Cikaracak. Pembangunan koperasi diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi desa.

Senada dengan kepala desa, warga setempat Saefudin (48), menilai lokasi KDMP sangat strategis. Pria yang telah tinggal 35 tahun di Cikaracak itu mengatakan, jalan di depan koperasi merupakan jalur yang cukup ramai.

“Jalan ini ramai. Ini jalan kabupaten, jalur menuju Panyaweuyan dan jalur menuju kawasan Ciremai juga. Setiap hari banyak kendaraan lewat,” kata Saefudin.

Ia menambahkan, wilayah Cikaracak memang didominasi area perkebunan, lahan pertanian, dan hutan bambu. Namun aktivitas masyarakat tetap tinggi karena jalan tersebut menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata.

Saefudin berharap KDMP dapat benar-benar berfungsi sebagai pusat penyedia kebutuhan pertanian.

“Mayoritas warga di sini petani sayuran. Kalau kebutuhan pertanian tersedia di sini, tentu akan sangat membantu. Kami tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota,” pungkasnya. (Munadi)