KUNINGAN, (FC).- Suasana haru dan bangga menyelimuti ballroom Hotel Horison Tirta Sanita, Rabu (5/10), saat Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-10.
Sebanyak 369 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai wisudawan, terdiri dari 301 lulusan sarjana dan 68 lulusan magister.
Acara berlangsung meriah dan khidmat dengan kehadiran keluarga besar Unisa, jajaran dosen, tamu kehormatan dari LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Kopertais Wilayah II Jawa Barat, serta Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.
Setiap nama yang dipanggil menuju panggung disambut tepuk tangan hangat dan senyum bahagia para orang tua yang turut menyaksikan buah hatinya meraih gelar sarjana dan magister.
Dalam sambutannya, Rektor Unisa Kuningan, Dr. Nurul Iman Hima Amrullah, menegaskan pentingnya penguasaan 3L (Literasi Data, Literasi Teknologi, dan Literasi Manusia) serta 5C (Critical Thinking, Complex Problem Solving, Communication, Creativity, dan Collaboration) sebagai bekal menghadapi era digital yang semakin kompetitif.
“Kecepatan berpikir kita harus mampu menyaingi kecepatan perkembangan teknologi. Kunci sukses di masa depan adalah kemampuan menguasai 3L dan 5C dengan seimbang,” ujarnya di hadapan para wisudawan.
Lebih dari sekedar mencetak lulusan berprestasi, Unisa juga terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif.
Tahun ini menjadi momen istimewa, karena salah satu mahasiswa penyandang disabilitas turut diwisuda bersama rekan-rekannya. Bahkan, sembilan mahasiswa difabel lainnya kini tengah menempuh pendidikan di Unisa melalui beasiswa KIP Kuliah.
“Alhamdulillah, kami terus memberi ruang bagi saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan. Pendidikan adalah hak semua orang, dan Unisa akan selalu berupaya menciptakan kesempatan yang setara,” tambah Rektor.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Ihya, H. Sofyan Sahori, menyampaikan bahwa kesuksesan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi tentang kemampuan beradaptasi dan membawa manfaat bagi lingkungan.
“IPK tinggi itu baik, tapi tidak menjamin kesuksesan. Dunia kerja membutuhkan pribadi yang tangguh, kreatif, dan punya karakter kuat,” katanya.
Perwakilan Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Mamadinudin, mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan nilai moral dan spiritual dalam perjalanan karier mereka. Ia berpesan agar setiap ilmu yang diperoleh menjadi amal dan keberkahan.
“Bertakwalah di mana pun berada, perbaiki kesalahan dengan kebaikan, dan jagalah akhlak dalam bergaul,” pesannya.
Dukungan juga datang dari LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, melalui Ewisna Yulius, yang mendorong agar lulusan Unisa menjadi impactful graduates yaitu generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Ilmu yang didapat harus dikembangkan menjadi karya nyata dan kembali memberi dampak bagi kampus serta lingkungan sekitar,” tuturnya.
Kehadiran Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menambah kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika Unisa.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas kiprah Unisa yang konsisten mencetak sumber daya manusia unggul di daerah.
“Unisa telah menjadi bagian penting dalam upaya membangun SDM berkualitas di Kabupaten Kuningan. Lulusan Unisa dikenal bukan hanya cerdas, tapi juga berakhlak,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah diwisuda, melainkan terus berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
“Wisuda bukan akhir, melainkan awal pengabdian. Gunakan ilmu untuk memberi manfaat, jadilah kebanggaan bagi Unisa dan Kabupaten Kuningan di mana pun kalian berada,” pungkasnya disambut tepuk tangan panjang dari hadirin. (Angga/FC)












































































































Discussion about this post