Street Coffee Hidupkan Alun-alun Pataraksa, Nongkrong Asyik Jauhkan Anak Muda dari Perilaku Mesum
KAB.CIREBON, (FC).- Alun-alun Pataraksa Sumber, Kabupaten Cirebon, kini tak lagi identik dengan kawasan yang sepi saat sore hingga malam hari.
Ruang terbuka di depan kompleks perkantoran Pemkab Cirebon itu mulai ramai dipadati anak muda yang datang untuk sekadar nongkrong, ngobrol hingga menikmati kopi.
Perubahan tersebut tak lepas dari bermunculannya sejumlah Street Coffee yang memanfaatkan kawasan Alun-alun Pataraksa sebagai tempat usaha sekaligus ruang berkumpul masyarakat.
Sedikitnya terdapat sembilan kedai kopi yang kini mangkal di kawasan tersebut, di antaranya Sakoffiee, Kafe Ruang Cerita, Pataraksa Coffee dan Kedai Kopi Omah Koran.
Kehadiran kedai-kedai tersebut membuat suasana Alun-alun Pataraksa berubah. Puluhan meja dan kursi berjajar di ruang terbuka, sementara pengunjung berdatangan silih berganti, terutama selepas jam kerja hingga malam hari.
Salah seorang pengunjung, Achmad, mengaku kawasan tersebut menjadi salah satu tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu selepas bekerja.
Selain lokasinya cukup dekat dengan tempat tinggal, suasana Pataraksa dinilai lebih nyaman karena tidak terlalu terganggu hiruk-pikuk kendaraan.
“Biasanya bareng teman kerja ngobrol santai sembari ngopi. Seminggu bisa dua kali datang ke sini,” ujar Achmad saat ditemui, Rabu (2/9) malam.
Menurutnya, pilihan menu yang tersedia juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat memilih berbagai jenis kopi maupun makanan ringan sesuai selera.
“Pilihan menunya banyak, tinggal cari sesuai selera. Tempatnya juga enak untuk nongkrong,” katanya.
Tak hanya mengubah wajah kawasan Pataraksa, keberadaan Street Coffee juga dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas anak muda di sekitar kompleks perkantoran Pemkab Cirebon.
Petugas keamanan yang berjaga di kawasan tersebut, Agus, mengatakan sebelum Street Coffee bermunculan, kawasan Alun-alun Pataraksa relatif sepi pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut terkadang dimanfaatkan sejumlah pasangan muda untuk berduaan di sudut-sudut kawasan yang minim penerangan.
“Kalau ada yang pacaran, sering kami usir kalau gelagatnya sudah mencurigakan,” ujar Agus.
Menurutnya, situasi mulai berubah setelah kawasan tersebut diramaikan Street Coffee. Kehadiran pengunjung hingga malam hari membuat kawasan menjadi lebih terbuka dan terpantau.
“Setelah ada Street Coffee, keberadaan mereka semakin jarang. Mungkin karena sekarang ramai sampai malam, jadi mereka malu dan akhirnya tidak datang lagi,” katanya.
Sejumlah Street Coffee di kawasan tersebut umumnya mulai beroperasi sekitar pukul 17.00 WIB hingga tengah malam. Aktivitas pengunjung pun membuat suasana kawasan lebih hidup dibandingkan sebelumnya.
Bagi masyarakat, perubahan tersebut menjadi gambaran bahwa ruang terbuka publik dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang lebih positif.
Dengan semakin ramainya aktivitas ekonomi dan masyarakat, Alun-alun Pataraksa perlahan berubah menjadi salah satu titik nongkrong baru di kawasan Sumber.
Kehadiran Street Coffee sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan ruang publik yang sebelumnya kurang produktif.
Di sisi lain, ramainya aktivitas masyarakat juga membuat kawasan tersebut menjadi lebih terang dan terpantau pada malam hari.
Kondisi itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi warga yang beraktivitas.
Kini, Alun-alun Pataraksa bukan lagi sekadar ruang terbuka di depan kompleks pemerintahan. Kawasan tersebut mulai tumbuh menjadi ruang publik yang mempertemukan masyarakat, pelaku usaha dan komunitas anak muda dalam suasana santai. (Ghofar)



Tinggalkan Balasan