SPPG Kalianyar Evaluasi MBG SDN 1 Gujeg
KAB.CIREBON, (FC).- Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Gujeg, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, menemui titik terang. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianyar memastikan program tersebut kembali berjalan setelah dilakukan evaluasi dan komunikasi dengan pihak sekolah.
Asisten Lapangan SPPG Kalianyar, Curida, mengatakan pihaknya telah menerima surat pernyataan penolakan MBG dari SDN 1 Gujeg pada Selasa (4/8).
Surat tersebut sebelumnya sempat beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Menurutnya, dokumen tersebut merupakan bagian dari prosedur terbaru Badan Gizi Nasional (BGN) yang meminta sekolah membuat surat pernyataan terkait pelaksanaan program MBG.
“Surat itu kami terima secara resmi pada Selasa siang. Namun sebelum sampai kepada kami, dokumen tersebut sudah lebih dulu beredar di media sosial,” ujar Curida saat ditemui, Rabu (5/8).
Ia menjelaskan, persoalan bermula pada Rabu (29/7) ketika pihak sekolah melaporkan adanya menu ayam yang diduga mengalami penurunan kualitas.
Mendapat laporan tersebut, SPPG Kalianyar langsung meminta agar 63 ompreng makanan tidak dibagikan kepada siswa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya langsung meminta agar makanan tersebut tidak dibagikan terlebih dahulu. Setelah itu kami turun melakukan pengecekan dan memang ditemukan beberapa menu yang kualitasnya kurang baik,” katanya.
Curida menegaskan, SPPG Kalianyar langsung melakukan evaluasi internal, melakukan verifikasi, serta menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah sebagai bentuk tanggung jawab penyedia layanan.
“Kami datang, melakukan verifikasi, meminta maaf, dan berkomitmen memperbaiki pelayanan ke depan,” ungkapnya.
Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak SDN 1 Gujeg, kata Curida, kedua belah pihak sepakat melanjutkan kembali program MBG dengan sejumlah catatan, terutama terkait peningkatan kualitas dan kuantitas makanan yang diterima siswa.
“Pada prinsipnya SDN 1 Gujeg siap menerima kembali MBG dari SPPG Kalianyar dengan catatan kualitas dan kuantitas harus tetap terjaga. Jika kejadian serupa kembali terjadi, kami siap menerima keputusan sekolah apabila ingin berpindah dapur atau menghentikan kerja sama,” tegasnya.
Terkait keluhan sebelumnya mengenai buah yang diduga busuk serta makanan yang ditemukan berulat, Curida menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kasus lama yang terjadi beberapa bulan lalu saat menu MBG berupa makanan kering dan buah.
Menurutnya, laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan mengganti bahan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi.
“Buah yang bermasalah langsung kami ganti. Saat itu hanya terdapat satu atau dua item dan langsung kami tindak lanjuti dengan penggantian baru,” jelasnya.
Ia memastikan SPPG Kalianyar akan terus meningkatkan pengawasan terhadap proses penyediaan makanan, mulai dari persiapan hingga distribusi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
“Setiap laporan dari sekolah mitra akan kami respons cepat. Kami ingin memastikan Program MBG berjalan baik dan memberikan manfaat bagi para siswa,” pungkasnya. (Johan)



Tinggalkan Balasan