KAB.CIREBON, (FC).- SMP Negeri 2 Gebang, Kabupaten Cirebon, mulai menguji coba penerapan lima hari sekolah. Kebijakan tersebut mengubah pola pembelajaran dari enam hari menjadi Senin hingga Jumat, dengan konsekuensi penambahan jam belajar setiap harinya.

Kepala SMPN 2 Gebang, Hj. Heni Mulyana, mengatakan penerapan lima hari sekolah dilakukan dengan sejumlah pertimbangan. Selain efisiensi waktu, pola tersebut diharapkan memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk menghabiskan waktu bersama keluarga pada akhir pekan.

“Selain mengefisienkan waktu, kami berharap hari Sabtu bisa dimanfaatkan anak-anak untuk berkegiatan bersama orang tua dan keluarga,” ujar Heni, Selasa (6/10).

Aspek keamanan juga menjadi pertimbangan sekolah. Menurut Heni, selama ini pihak sekolah harus meningkatkan kewaspadaan setiap Sabtu karena adanya potensi tawuran antarpelajar.

“Setiap Sabtu kami selalu waspada karena ada potensi tawuran. Kalau lima hari sekolah diterapkan, anak-anak sudah berada di rumah sehingga kami merasa lebih tenang,” katanya.

Sebelum uji coba dilakukan, sekolah terlebih dahulu mengajukan penerapan lima hari sekolah kepada Dinas Pendidikan. Selanjutnya, dilakukan verifikasi yang melibatkan pengawas dan pihak terkait.

Hasil verifikasi menemukan sejumlah sarana yang masih perlu dibenahi, di antaranya mushala, toilet dan fasilitas air minum siswa.

Perbaikan mushala menjadi salah satu prioritas. Dengan pola lima hari sekolah, siswa laki-laki akan melaksanakan salat Jumat di lingkungan sekolah. Sementara kapasitas mushala yang ada dinilai belum mencukupi.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk memperluas mushala. Rencana tersebut telah disepakati dan ditargetkan mulai dikerjakan pekan ini.

“Untuk perluasan mushala sudah kami rapatkan dengan orang tua dan disepakati. Mudah-mudahan minggu ini mulai dikerjakan,” ungkap Heni.

Selain mushala, sejumlah toilet yang mengalami kerusakan juga akan diperbaiki. Saat ini SMPN 2 Gebang memiliki 17 rombongan belajar dengan 17 toilet, meski beberapa di antaranya membutuhkan perbaikan.

Fasilitas air minum turut menjadi perhatian karena siswa akan berada di sekolah hingga sore hari. Sekolah menganjurkan setiap kelas menyediakan galon air minum untuk digunakan bersama.

“Untuk air minum, masing-masing kelas sudah mulai menyiapkan galon. Orang tua dan wali kelas juga cukup antusias mendukung kebutuhan tersebut,” katanya.

SMPN 2 Gebang saat ini memiliki sekitar 565 siswa. Heni menyebut, dua hari pertama uji coba mendapat respons positif dari siswa maupun orang tua.

“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias. Mereka memang sudah menunggu kapan uji coba lima hari sekolah dimulai,” tuturnya.

Pada pekan pertama uji coba, absensi siswa masih dilakukan selama enam hari, termasuk Sabtu. Setelah penerapan lima hari sekolah mendapat persetujuan secara penuh, kegiatan pembelajaran dan absensi akan berlangsung Senin hingga Jumat.

Sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum mengalami penyesuaian selama masa uji coba. Sekolah masih menunggu kepastian penerapan lima hari sekolah secara resmi.

Dari sisi pembelajaran, tidak ada pengurangan mata pelajaran. Materi yang sebelumnya didistribusikan selama enam hari kini dipadatkan menjadi lima hari dengan tambahan waktu belajar sekitar satu jam setiap harinya.

“Pelajarannya tetap sama, hanya waktunya dibagi ke Senin sampai Jumat. Ada penambahan waktu belajar sekitar satu jam,” ujar Heni.

Untuk Senin, kegiatan pembelajaran berlangsung mulai pukul 07.00 hingga sekitar 15.00 WIB. Sedangkan Selasa hingga Jumat, pembelajaran berlangsung hingga sekitar pukul 14.40 WIB.

Melalui pola tersebut, sekolah berharap kegiatan belajar tetap berjalan efektif sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga pada Sabtu dan Minggu. (Nawawi)