SBMI Cirebon Fokus Kemandirian Ekonomi PMI Purna dalam Raker
KAB.CIREBON, (FC).- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cirebon menggelar kegiatan halal bihalal sekaligus rapat kerja di salah satu rumah makan di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Senin (13/4).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan desa binaan sebagai momentum mempererat koordinasi serta merumuskan arah program kerja ke depan.
Sejumlah desa binaan yang hadir di antaranya Desa Babakan Gebang, Gembongan Mekar, Serang Kulon, Gegesik Kidul, Gagasari, Kalipasung, Kejiwan, Wiyong, dan Gegesik Lor.
Selain itu, turut hadir desa sasaran sebelumnya seperti Serang Wetan, Gebang Ilir, Gebang Kulon, dan Gembongan.
Sekretaris Jenderal SBMI Cirebon, Abdul Rohman, menegaskan pentingnya integritas dan komitmen dalam menjalankan organisasi.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), terhadap perkembangan SBMI.
“Ke depan, desa binaan harus memiliki database PMI agar pemantauan lebih mudah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua SBMI Cirebon, Nurahman Normandika, mengatakan fokus program ke depan diarahkan pada penguatan ekonomi bagi pekerja migran Indonesia purna.
Ia menyebut, SBMI akan mendorong kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka akses permodalan dengan menggandeng perbankan Himbara.
“Kami dorong PMI purna mandiri melalui UMKM dan akan menggandeng perbankan Himbara untuk akses permodalan,” katanya.
Selain itu, SBMI Cirebon juga berkomitmen memperluas desa binaan guna memperkuat koordinasi dan penanganan persoalan buruh migran di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Nurahman juga memaparkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SBMI yang digelar pada Februari 2026 di Pemalang sebagai acuan program kerja ke depan.
Ia berharap seluruh jajaran SBMI Cirebon dapat terus bersinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pekerja migran dan keluarganya.
“Silakan laporkan permasalahan, kami siap membantu,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara SBMI dan desa binaan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi serta perlindungan yang lebih baik bagi pekerja migran Indonesia. (Nawawi)



Tinggalkan Balasan