KAB. CIREBON, (FC).- Sektor perikanan Kabupaten Cirebon mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Produksi perikanan budi daya terus mengalami peningkatan hingga mencapai puncaknya pada Desember, sementara sektor perikanan tangkap tetap menjadi salah satu penyumbang produksi terbesar.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, sektor budi daya menjadi motor utama peningkatan produksi perikanan daerah. Tren kenaikan terjadi terutama pada semester kedua 2025 hingga mencapai capaian tertinggi di penghujung tahun.

Pada Desember 2025, total produksi perikanan budi daya tercatat mencapai 7.004.263,8 ton. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan Januari yang berada di angka 3.009.234 ton.

Peningkatan produksi tersebut terutama didorong oleh budi daya tambak air payau yang menyumbang 4.207.000 ton. Kemudian budi daya laut mencapai 2.065.000 ton, sedangkan budi daya kolam air tawar berkontribusi sebesar 732.263,8 ton.

Kenaikan produksi mulai terlihat sejak September dengan capaian 3.968.303 ton. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 4.833.531,5 ton pada Oktober, naik menjadi 5.322.502,4 ton pada November, hingga akhirnya menembus tujuh juta ton pada Desember.

Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan sektor perikanan memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peningkatan produksi perikanan ini menjadi indikator bahwa potensi sektor perikanan Kabupaten Cirebon terus berkembang. Kami terus mendorong optimalisasi budi daya dan penguatan sektor perikanan tangkap agar memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujar Sudiharjo, Senin (3/8).

Menurutnya, peningkatan produktivitas tidak hanya dipengaruhi oleh luas lahan dan potensi sumber daya, tetapi juga melalui penerapan teknologi, pengelolaan yang baik, serta pendampingan kepada para pelaku usaha perikanan.

“Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan kepada pembudi daya ikan dan nelayan agar produktivitas semakin meningkat serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan,” katanya.

Sementara itu, sektor perikanan tangkap juga tetap memberikan kontribusi penting bagi masyarakat pesisir Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data DKPP, terdapat lima jenis alat tangkap utama yang digunakan nelayan.

Alat tangkap arad menjadi penyumbang produksi terbesar dengan hasil mencapai 15.685,31 ton sepanjang 2025. Kemudian trammel net menghasilkan 9.728,52 ton, insang tetap 6.268,71 ton, bubu 4.389,65 ton, dan rawai dasar sebesar 1.091,68 ton.

Aktivitas penangkapan ikan juga menunjukkan tren peningkatan menjelang akhir kuartal ketiga.

Produksi menggunakan alat tangkap arad tercatat mencapai 1.459,37 ton pada September dan meningkat menjadi 1.539,96 ton pada Oktober sebelum mengalami penyesuaian pada November dan Desember.

Produksi menggunakan trammel net juga mengalami peningkatan dari 677,02 ton pada Januari menjadi 1.016,74 ton pada Oktober, kemudian turun tipis menjadi 960,60 ton pada November dan 925,22 ton pada Desember.

Sudiharjo menambahkan, penguatan sektor perikanan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Perikanan tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga bagaimana sektor ini mampu menciptakan nilai ekonomi bagi nelayan, pembudi daya, dan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, sektor perikanan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif. Perikanan budi daya menjadi penopang utama peningkatan produksi, sedangkan perikanan tangkap tetap mempertahankan perannya sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir. (Ghofar)