KAB. CIREBON, (FC).- Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Merespons kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan.

Penyaluran perdana dilakukan di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Selasa (4/8). Bantuan tersebut menjadi bagian dari program distribusi air bersih PMI Kabupaten Cirebon yang menyasar lima wilayah selama pekan ini.

Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Hj. Rd. Sri Heviyana, mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang mengalami kesulitan air bersih melalui laporan masyarakat dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.

“Hari ini kami melaksanakan pendistribusian air bersih. Dalam data kami, pekan ini ada lima titik yang menjadi sasaran, dimulai dari Desa Slangit, kemudian dilanjutkan ke Gempol, Sibubut, Sampiran, Gegesik, dan Arjawinangun secara bertahap,” ujar Sri Heviyana.

Menurutnya, Desa Slangit menjadi salah satu wilayah prioritas karena sekitar 3.000 warga terdampak kekurangan air bersih akibat kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa memanfaatkan air dari saluran atau selokan yang ditampung untuk kebutuhan sehari-hari.

Air tersebut bahkan harus diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara kebutuhan air minum, warga harus membeli air galon.

“Karena kami mendapat informasi langsung dari masyarakat bahwa kondisi di sini cukup memprihatinkan, maka Desa Slangit menjadi salah satu prioritas penyaluran bantuan air bersih,” katanya.

Sri Heviyana menjelaskan, distribusi air dilakukan secara bertahap lantaran PMI Kabupaten Cirebon saat ini baru memiliki satu unit mobil tangki air.

“Kami hanya memiliki satu mobil tangki, sehingga pendistribusian dilakukan bergantian setiap hari. Jika masih kurang, mobil akan kembali mengisi dan mengantarkan air lagi,” jelasnya.

Selain bantuan air bersih, PMI Kabupaten Cirebon juga menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran rumah. Hingga saat ini, terdapat tujuh rumah yang tercatat sebagai penerima bantuan.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk material bangunan, bukan uang tunai. Material yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah terdampak.

“Kami membantu dalam bentuk material, seperti genteng, semen, bata, kayu maupun pasir, sesuai kebutuhan rumah yang terdampak kebakaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, koordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon terus dilakukan agar penyaluran bantuan berjalan efektif dan tidak terjadi tumpang tindih antarinstansi.

“Koordinasi ini penting agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan seluruh wilayah yang membutuhkan bisa terlayani secara bertahap,” tuturnya.

Sri Heviyana berharap bantuan tersebut mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kebutuhan air merupakan kebutuhan paling mendasar. Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan warga,” pungkasnya. (Johan)