Pemkab Majalengka Bidik Peluang Kerja Sektor Pertanian di Korea Selatan, Incar Kuata Terbesar
MAJALENGKA, (FC).– Peluang kerja bagi masyarakat Majalengka di sektor pertanian terbuka lebar. Pemerintah Kabupaten Majalengka, tengah menjajaki kerja sama dengan Kabupaten Yeongam, Korea Selatan, untuk membuka akses tenaga kerja musiman di bidang agrikultur.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DK2UKM) Kabupaten Majalengka, H. Solehudin, mengungkapkan, tawaran tersebut muncul dalam pembahasan bersama pihak Balai Latihan Kerja (BLK) Brebes terkait program pekerja musiman ke Korea Selatan.
“Kemarin sudah ada tawaran. Kita bertemu dengan teman dari BLK Brebes terkait program pekerja musiman 7.000 orang untuk ke Korea,” ujar Solehudin, Kamis (10/9).
Menurut dia, program tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor pertanian dan agrikultur di Kabupaten Yeongam. Pemkab Majalengka pun berpeluang menjadi salah satu daerah pemasok tenaga kerja dalam program tersebut.
Namun, angka 7.000 pekerja belum menjadi kuota khusus untuk Majalengka. Jumlah tersebut merupakan kebutuhan tenaga kerja yang masih dipetakan dari sejumlah daerah, termasuk Majalengka, Garut, dan Cianjur.
“Mereka akan mencari daerah yang budaya dan kultur pekerjaannya hampir sama dengan Majalengka. Katanya akan mencari ke Garut dan Cianjur yang memang sentra-sentra sayuran,” katanya.
Solehudin menegaskan, Pemkab Majalengka menyambut positif peluang tersebut sepanjang mekanisme penempatan pekerja dilakukan secara legal, transparan, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.
“Yang penting bagaimana kemudian masyarakat kami bisa bekerja, terlindungi, segala sesuatunya legalitasnya jelas. Kita akan terima dan kita akan sandingkan,” ujarnya.
Ia bahkan berharap Majalengka dapat memperoleh porsi besar apabila kerja sama tersebut terealisasi. Pihaknya kini masih mengumpulkan informasi sekaligus memetakan peluang tenaga kerja yang dapat disiapkan.
“Kalau bisa Majalengka yang banyak,” kata Solehudin saat menyampaikan harapan tersebut kepada pihak terkait.
Pemkab Majalengka selanjutnya berencana mengomunikasikan peluang kerja sama itu dengan Bupati Majalengka untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kesiapan calon pekerja dan mekanisme penempatan ke Korea Selatan.
Meski demikian, belum ada kepastian jumlah kuota khusus untuk pekerja asal Majalengka. Pembahasan masih berada pada tahap penjajakan dan pemetaan daerah yang dinilai memiliki karakteristik tenaga kerja pertanian sesuai kebutuhan Kabupaten Yeongam, Korea. (Munadi)


Tinggalkan Balasan