KAB.CIREBON, (FC).- Pasca aksi demonstrasi pada Sabtu (30/8) lalu, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cirebon sempat terganggu.
Sejumlah pedagang di Pasar Pasalaran Weru mengaku terpaksa menutup lapak mereka saat aksi berlangsung, karena khawatir terjadi penjarahan. Meski demikian, kondisi harga kebutuhan pokok pada Kamis (4/9) relatif stabil.
Pedagang di Pasar Pasalaran, Fajar menyebutkan, harga sayur-sayuran tidak mengalami perubahan berarti, sementara komoditas daging, telur, dan minyak terpantau naik tipis.
Meski harga relatif terkendali, baik pedagang maupun pembeli mengakui masih ada trauma akibat kericuhan demo lalu. “Pembeli ada yang berkurang karena masih khawatir, pedagang juga sempat takut. Tapi sekarang kondisi sudah berangsur normal,” ungkapnya.
Situasi berbeda terlihat di Pasar Sumber. Sejumlah pedagang daging menyatakan harga daging ayam mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp34.000–Rp35.000 per kilogram. Kenaikan harga ini dinilai memberatkan pembeli sehingga daya beli menurun.
“Daging ayam sekarang lagi mahal, memang biasanya tiap menjelang muludan itu harganya naik,” ujar Sutani salah satu pedagang ayam di pasar Sumber.
Untuk komoditas lain, pedagang sayuran di Pasar Sumber memastikan harga masih stabil. Begitu pula pedagang sembako yang menyebutkan harga telur dan minyak hanya mengalami sedikit kenaikan dan tidak dipengaruhi aksi demonstrasi. (Mush’ab)











































































































Discussion about this post