Nisan Type Gada Ditemukan di Desa Dadap Indramayu
INDRAMAYU, (FC).- Penemuan artefak arkeologis berupa batu nisan tipe gada ditemukan di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, penemuan tersebut diinformasikan langsung oleh Pemerintah Desa Dadap kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu.
Temuan berupa batu nisan ini langsung diidentifikasi dan dilakukan pendataan oleh Tim Arkeologi dan Sejarah dari TACB Kabupaten Indramayu dan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
Dari hasil identifikasi sementara diketahui nisan berbentuk gada atau meriam terbalik ini merupakan satu satunya temuan nisan yang ada di Indramayu.
Pamong Budaya bidang Cagar Budaya Kabupaten Indramayu Suparto Agustinus mengatakan temuan nisan ini pertama kali diinformasikan oleh pemerintah desa Dadap yang berkeinginan tinggalan yang ada di desanya ini diinventarisir sehingga dapat dijadikan aset sejarah bagı desa Dadap.
“temuan di desa Dadap ini sangat menarik karena belum pernah ada sebelumnya,” jelas Tinus, Senin (28/9).
Tinus menjelaskan pihaknya bersama TACB akan melakukan kajian terkait dengan temuan tersebut.
Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi mengatakan batu nisan bertipe gada di desa Dadap ini sebelumnya pernah diteliti oleh arkeolog Nanang Saptono yang mengaitkan temuan tersebut dengan persebaran peradaban Islam di pesisir Indramayu.
Temuan ini kata Dedy, menunjukan adanya hubungan komunikasi yang baik antara masyarakat pesisir Indramayu dengan wilayah lain.
“Nisannya terbuat dari batu andesit. Kita tahu di Indramayu tidak ada sentra material bahan baku tersebut, sehingga harus didatangkan dari daerah lain,” jelas Dedy.
Dedy menjelaskan bahwa nisan makam tipe gada adalah jenis batu nisan kuno yang berbentuk silindris atau menyerupai senjata gada dengan bagian atas yang membulat.
“Umumnya berwujud silindrik seperti tabung atau meriam terbalik dengan bagian kepala atau ujung atas yang membesar dan membulat,” katanya.
Nisan type ini, kata Dedy sering ditemukan di berbagai situs pemakaman Islam kuno di Indonesia, seperti di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, hingga Jawa.
Dedy memaparkan dalam beberapa penelitian arkeologi pada makam kuno, nisan berbentuk bulat silindris seperti gada kerap diidentifikasikan sebagai penanda makam tokoh laki-laki.
“Bentuk ini juga kadang dikaitkan dengan pengaruh tradisi atau corak pra-Islam yang diadaptasi pada masa awal masuknya Islam,” jelasnya. (F-08)



Tinggalkan Balasan