KUNINGAN, (FC).- Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat kesiapsiagaan melalui sinergi lintas sektor.

Langkah tersebut ditandai dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Karhutla Tahun 2026 di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (5/8).

Apel dipimpin langsung Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah U. Kusmana, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Kuningan, TNI, Perhutani, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, tenaga kesehatan, relawan, serta komunitas peduli lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta strategi penanganan dalam menghadapi ancaman Karhutla yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar menegaskan, Karhutla tidak boleh lagi dianggap sebagai kejadian rutin tahunan yang biasa. Menurutnya, langkah pencegahan dan mitigasi harus menjadi prioritas sebelum kebakaran terjadi.

“Karhutla yang sering terjadi setiap tahun jangan dianggap biasa. Kita tidak boleh menunggu api muncul dan membesar baru bergerak, tetapi harus mengedepankan mitigasi dan kesiapsiagaan,” tegas Dian.

Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian hutan, terutama kawasan Gunung Ciremai yang menjadi wilayah konservasi sekaligus sumber kehidupan masyarakat.

“Hutan yang kita selamatkan hari ini adalah napas yang akan memperpanjang kehidupan anak cucu kita di masa depan,” ujarnya.

Dian mengapresiasi langkah Polres Kuningan yang menginisiasi apel siaga lebih awal. Ia menilai kesiapan sejak dini menjadi kunci dalam memperkuat koordinasi antarinstansi, memetakan kekuatan personel, serta memastikan sarana dan prasarana penanggulangan bencana siap digunakan.

Ia menekankan, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Perhutani, BTNGC, relawan, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran.

Menjelang momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang biasanya diiringi meningkatnya aktivitas pendakian Gunung Ciremai, Bupati mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di kawasan hutan.

Ia meminta para pendaki maupun pengunjung tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan api unggun benar-benar padam, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Satu puntung rokok saja bisa menghanguskan ratusan hektare hutan. Pohon yang tumbuh puluhan tahun bisa musnah hanya karena kelalaian sesaat,” pesannya.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama memastikan seluruh personel dan perlengkapan telah disiapkan untuk menghadapi potensi Karhutla.

Selain mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi dan edukasi, kepolisian juga siap melakukan tindakan cepat apabila terjadi kebakaran, termasuk penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Kami bersama seluruh stakeholder siap melaksanakan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bellen.

Melalui apel siaga tersebut, Pemkab Kuningan berharap kesiapan seluruh unsur dapat semakin kuat sehingga ancaman Karhutla dapat ditekan sejak dini dan kawasan hutan Gunung Ciremai tetap terjaga sebagai aset lingkungan bagi masyarakat. (Angga)